SURABAYA – Kasus pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti (80) di Surabaya benar-benar menyentuh perhatian Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Atau yang akrab disapa Gus Ipul. Ia tak main-main. Negara, tegasnya, wajib hadir untuk melindungi kelompok-kelompok yang paling rentan seperti ini.
Menurutnya, lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas harus jadi prioritas utama perlindungan sosial. Ia geram melihat jika ada sengketa yang malah diselesaikan dengan tindak kekerasan terhadap mereka. Sungguh disayangkan.
"Setiap persoalan yang menyangkut kelompok rentan harus diselesaikan dengan cara yang baik dan berkeadilan. Karena lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas itu harus difasilitasi dan diberikan perlindungan,"
ujar Gus Ipul di Surabaya, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan satu poin penting. Meski suatu kasus berakar dari sengketa hukum atau klaim kepemilikan, prosesnya tak boleh menginjak-injak hak asasi manusia. Apalagi terhadap orang tua yang kondisinya sudah tak berdaya.
"Jika ada masalah, selesaikan dengan baik. Pastikan hak-hak kelompok rentan ini benar-benar terlindungi. Jangan sampai mereka kehilangan hak dasarnya karena proses yang salah,"
tegasnya lagi.
Lantas, bagaimana sebenarnya duduk perkara kasus ini? Semuanya berawal dari sebuah aksi di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Surabaya.
Pada 24 Desember 2025 lalu, rumah sang nenek diduga dibongkar secara paksa. Aksi itu, kata sejumlah laporan, dilakukan sekelompok orang dari ormas. Mereka dikabarkan atas suruhan seorang pria bernama Samuel yang mengklaim diri sebagai pemilik sah lahan itu.
Tapi Nenek Elina punya cerita lain. Ia membantah pernah menjual rumah tersebut. Rumah itu, katanya, adalah peninggalan kakak kandungnya, Elisa Irawati, yang telah meninggal dunia pada 2017. Sebagai salah satu ahli waris, ia merasa punya hak untuk tetap tinggal di sana.
Kini, gelombang kasus ini sudah sampai ke meja hukum. Samuel, pria yang diduga memerintahkan pengusiran dan pembongkaran itu, telah ditangkap. Ditreskrimum Polda Jawa Timur kini yang menahannya.
Di sisi lain, Kementerian Sosial tak tinggal diam. Melalui Dinas Sosial setempat, mereka akan terus memantau kondisi Nenek Elina. Baik kesehatan fisik maupun keadaan psikologisnya. Tujuannya jelas: memastikan nenek ini dapat pendampingan yang layak setelah mengalami insiden yang begitu traumatis.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Borneo Membayang di Liga 1
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persita 1-0
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan
IHSG Melemah Tipis, Analis Soroti Level Kunci 8.170 untuk Tren Berikutnya