“Pintu masuk identifikasi hanya terbuka dari DNA dan gigi. Tetapi ini memerlukan waktu lama,” jelas Tasrif.
Meski begitu, upaya percepatan terus diupayakan. Polda Sulut telah berkoordinasi dengan Pusdokkes Polri di Jakarta. Harapannya, semua sampel dari keluarga bisa segera terkumpul dan dikirim untuk dianalisis.
Nuansa duka masih menyelimuti lokasi kejadian. Bagi para keluarga, proses identifikasi yang berbelit ini tentu menambah beban kesedihan. Mereka hanya bisa menunggu, berharap teknologi DNA bisa membawa kepastian dan memungkinkan mereka memuliakan jenazah orang tercinta dengan layak.
Artikel Terkait
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga