Opini yang terus terang... 😀
"Kenapa dia begitu sering ke luar negeri? Tujuannya bukan untuk liburan biasa, itu sudah bukan urusannya lagi."
Menurut pengamatannya, ada motif lain yang lebih kuat. Dia tampak sangat menikmati berfoto dengan para pemimpin global. Rasanya, dia ingin dilihat setara dengan mereka.
Mentalnya memang agak berbeda. Secara jabatan, seorang presiden tentu saja sejajar dengan kepala negara lain. Namun, dia seolah masih membutuhkan pengakuan itu lewat foto-foto dan pidato-pidato di panggung internasional.
Padahal, seharusnya jalan utamanya adalah bekerja. Berkarya nyata. Dengan begitu, pengakuan dunia akan datang dengan sendirinya melihat kinerjanya. Sayangnya, dia memilih jalan pintas. Dia, menurutnya, tidak sanggup melakukan hal yang lebih substantif itu."
Hasanudin Abdurakhman
Opini itu muncul di tengah catatan perjalanan yang cukup padat. Baru setahun menjabat, Prabowo Subianto disebut telah melakukan 35 kali kunjungan kerja ke luar negeri. Angka itu memicu berbagai tafsir, dari yang melihatnya sebagai diplomasi aktif hingga yang sinis seperti komentar di atas.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bidik Kemenangan Kandang Atas Dewa United
BI Solo Buka Penukaran Uang Baru untuk Ramadan 2026, Wajib Pesan via Aplikasi
Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Ligue 1 Prancis
Ongkos Politik Pilkada Membengkak, Ancam Kualitas Demokrasi