“Sebulan, Pak,” jawab Suharyanto singkat.
Dengan target satu bulan itu, harapannya jelas: para pengungsi tak perlu lagi berlindung di bawah terpal tenda. “Hunian sementara sebulan, supaya ibu-ibu bapak-bapak semua sudah tidak perlu tinggal di tenda,” jelas Prabowo.
Tak cuma huntara, rencananya akan ada tahap berikutnya. Prabowo menyebut akan dibangun hunian tetap. Dari desain yang ia lihat, kualitasnya disebut baik dengan luas sekitar 70 meter persegi. “Saya lihat bagus, kualitasnya luasnya cukup besar 70 meter ya, 70 meter persegi,” ucapnya.
Janji itu tentu jadi angin segar. Bencana mungkin datang tiba-tiba, namun proses bangkit kembali perlahan mulai terlihat nyata. Warga Agam kini punya patokan waktu: satu bulan lagi, mereka berharap bisa meninggalkan tenda pengungsian untuk sementara.
Sumber: iNews.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral