Hi!Pontianak – Minggu pagi di kawasan CFD depan Museum Kalbar ternyata tak hanya ramai oleh pejalan kaki atau penjual minuman. Suara musik mengalun, menarik perhatian. Itulah suasana "Kolaborasi Bunyi Akhir Pekan" yang digelar pada 14 Desember 2025 lalu.
Acara ini, difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan setempat, memang sengaja memanfaatkan momentum Car Free Day. Tujuannya jelas: menjadikan ruang publik sebagai panggung bagi ekspresi seni, khususnya musik.
Sejak pukul tujuh pagi, beragam penampil sudah memeriahkan lokasi. Ada UKM Sarang Semut, lalu Tanjidor Sumber Rezeki. Tak ketinggalan Bee Band, Manjakani, dan Thias DMD Panggung Rezeki. Tobah Bujur Grup serta Novi Lida juga turut meramaikan.
Menurut sejumlah saksi, suasana hari itu terasa hangat dan cair. Para pemusik, dengan latar belakang yang beragam, terlihat begitu larut dalam performa mereka. Mulai dari irama tradisional hingga nada-nada kontemporer, semua berbaur.
Di sisi lain, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan satu arah. Lebih dari itu, ia berhasil menciptakan sebuah interaksi. Sebuah kebersamaan yang inklusif di antara para pelaku seni dan juga masyarakat yang kebetulan melintas. Mereka bergerak dalam satu ruang kreatif yang sama, saling menyapa lewat bunyi.
Singkatnya, pagi itu CFD bukan cuma tentang olahraga atau jajan. Tapi juga tentang denyut seni kota yang hidup dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu