Bendera Malaysia Berkibar di Tenda Pengungsi Aceh, Simbol Ketiadaan Negara?

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:25 WIB
Bendera Malaysia Berkibar di Tenda Pengungsi Aceh, Simbol Ketiadaan Negara?

Sebuah video yang beredar di media sosial bikin banyak orang melongo. Tampak jelas, bendera Malaysia berkibar dengan tenang di sebuah tenda pengungsian di Aceh. Adegan itu viral, dan bikin hati miris. Gambarannya sederhana, tapi menusuk: di tengah reruntuhan dan keprihatinan pasca bencana, justru bendera asing yang tegak berdiri.

Rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @doniherdaru pada 10 Desember 2025 lalu, diambil dari Aceh Tamiang. Ia mengabadikan kehidupan pengungsi yang serba darurat, bertahan di tenda dengan segala keterbatasan.

“Di tengah tenda-tenda lusuh dan pakaian yang dijemur seadanya, di antara tanah pecah dan wajah-wajah yang lelah menunggu, berkibar sebuah bendera. Tapi bukan bendera negeri ini,”

Begitu tulisnya. Narasinya menyiratkan kekecewaan mendalam. Para pengungsi, katanya, cuma butuh kehadiran negara di saat-saat paling sulit seperti ini.

“Karena rakyat di sini tidak meminta keajaiban. Hanya kehadiran. Hanya kepedulian. Hanya tangan negara yang seharusnya ada sebelum dunia luar menyadari luka ini,”

Ia juga menyindir respons pemerintah yang dianggapnya terlambat dan tak jelas.

“Tapi negara datang seperti bayangan petang, terlambat, samar, seolah-olah bencana ini hanya berita singkat, bukan kenyataan yang menggigil di tanah basah itu,”

Bagi pengunggah, bendera Malaysia itu adalah simbol ironi yang pahit. Sebuah tanda bahwa negara absen ketika paling dibutuhkan.

“Di Aceh Tamiang hari itu, bendera asing mengajarkan sebuah kenyataan pahit: bahwa luka paling dalam bukan datang dari luar, tetapi dari ketiadaan negara di saat rakyatnya paling membutuhkan,”
“Nasionalisme terkoyak bukan karena pengkhianatan, tetapi karena rindu pada negara yang tak pernah muncul.”

Di kolom komentar, ia bahkan menambahkan,

"Fyi, gue ngetik ini sambil menitikkan air mata. Dalam senyap. Bertanya, negara ini ke mana?,"

Ramai di Kolom Komentar

Hingga berita ini ditulis, kebenaran detail lokasi dan konteks videonya masih perlu dicek ke pihak berwenang. Tapi, itu tak menghalangi warganet untuk berkomentar. Banyak yang menyayangkan penanganan bencana yang dianggap lamban.

"Indonesia masih kucinta tapi todal dengan pemerintah, pejabat dan wakil rakyatnya," tulis @hnugraheni.
"Kekayaan alam untuk oligarki, bencana untuk rakyat," keluh @sbrinarirrar disertai emotikon sedih.
"Giliran muak dibilang separatis," kata @churro_zz3.
"@prabowo, @gibran_rakabuming sedih ga pak liatnya? Masa ga sedih? Jangan terlalu rakus pak. Jangan tutup mata pak. Mana NKRI harga matinya?," tuding @soemilat.
"Mereka bukan penghianat mereka merasakan tidak ada keadilan dinegara sendiri," timpal @triansyahputraa_.

Video singkat itu, terlepas dari benar tidaknya semua klaim, telah menyulut percakapan panas. Ia memantik pertanyaan lama tentang seberapa cepat dan tulus bantuan negara sampai ke pelosok, ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Di tenda pengungsian yang lembap itu, selembar kain bendera berkibar, membawa seribu tanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler