Kasus penipuan wedding organizer yang melibatkan Ayu Puspita dan Dimas kembali menguak fakta pahit. Menurut penyidik, modus yang dijalankan keduanya diduga kuat menggunakan skema Ponzi. Intinya, uang dari pendaftar baru dipakai untuk menutupi biaya pernikahan klien lama. Sistem 'gali lubang tutup lubang' itu, ujung-ujungnya, tak bisa bertahan lama.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan detailnya. "Tadi dipertanyakan juga adakah skema Ponzi memang di dalam menjalankan bisnisnya ini," ucap Iman di Polda Metro Jaya, Sabtu (13/12).
"Tersangka dengan sistem gali lubang tutup lubang."
Iman melanjutkan, logika penipuan ini sebenarnya sederhana namun menjebak. Karena menawarkan harga murah di awal, pelaku butuh pendaftar berikutnya untuk menutupi kekurangan. Begitu seterusnya berputar.
"Sehingga untuk menutupi kegiatan yang daftar lebih dahulu. Karena nilainya murah kemudian dia akan tutupinya dengan pendaftar berikutnya. Begitupun selanjutnya," tambahnya.
Namun begitu, roda itu akhirnya macet. Mereka kebobolan, tidak sanggup lagi membiayai pesanan pernikahan yang terus berdatangan. Akumulasi kerugian pun tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral