Ombak besar di Perairan Nguluran, barat Pantai Gesing, ternyata tak hanya menerjang perahu. Ia juga merenggut nyawa. Kejadiannya Selasa (2/12) lalu, saat tiga nelayan sedang asyik memancing gurita. Tiba-tiba, gelombang menghantam hingga perahu mereka terbalik.
Dua orang berhasil selamat. Dengan susah payah, mereka berenang dan akhirnya ditolong nelayan lain yang kebetulan ada di sekitar situ. Namun, nasib berkata lain untuk Harun, nelayan 40 tahun asal Pangandaran itu. Ia hilang diterjang laut.
Pencarian pun segera digelar. Dan pagi berikutnya, Rabu (3/12), kabar duka datang. Sekitar pukul 07.30 WIB, seorang nelayan bernama Baron melihat sesuatu mengapung di laut. Lokasinya sekitar 3,2 kilometer dari tempat perahu terbalik. Itu adalah Harun.
Surisdiyanto dari SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul membenarkan temuan itu.
"Korban ditemukan oleh nelayan Baron yang sedang aktivitas di laut, kemudian dilaporkan ke Tim SAR Gabungan kami yang menggunakan kapal di perairan Pantai Gesing," ujarnya.
Sayangnya, pertolongan sudah terlambat. Harun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
"Korban ditemukan meninggal dunia mengapung tanpa busana," jelas Surisdiyanto dengan nada berat.
Tim kemudian melakukan evakuasi. Jenazah Harun dibawa ke RSUD Saptosari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kisah ini menutup pencarian, tapi meninggalkan duka bagi keluarga di Pangandaran.
Laut memang memberi rezeki, tapi kadang ia juga menunjukkan amukannya. Seperti yang terjadi di Gunungkidul ini, sebuah tragedi yang mengingatkan betapa tak terduganya alam.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu