Pencarian intensif dilakukan menggunakan perahu karet untuk menyisir area perairan, pemantauan dari darat sepanjang garis pantai, dan bantuan teknologi Drone Thermal untuk pengintaian udara. Namun, kondisi cuaca ekstrem dengan ombak besar dan angin kencang sempat menghambat proses pencarian.
Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menegaskan bahwa operasi pencarian tetap dioptimalkan meskipun menghadapi tantangan cuaca yang sulit.
Pencarian Berlanjut di Tengah Kondisi Cuaca Sulit
Hingga Senin (17/11/25), kedua korban belum berhasil ditemukan. Puluhan personel SAR gabungan terus disiagakan di sepanjang pantai dengan memperluas area pencarian ke setiap titik yang berpotensi menjadi lokasi hanyutan korban.
Operasi SAR direncanakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan mengikuti protokol standar pencarian korban tenggelam di perairan terbuka. Basarnas telah menyiapkan skenario perluasan area pencarian jika kondisi cuaca tidak memungkinkan pencarian di zona awal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut ketika beraktivitas di pesisir pantai, terutama di wilayah yang dikenal dengan karakteristik ombak besar seperti Pantai Cikeueus Sukabumi.
Artikel Terkait
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi