Waspada Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-Laki: Zona Bahaya & Arahan Badan Geologi

- Jumat, 14 November 2025 | 22:18 WIB
Waspada Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-Laki: Zona Bahaya & Arahan Badan Geologi

Peringatan Badan Geologi: Waspada Banjir Lahar di Gunung Lewotobi Laki-Laki

Badan Geologi mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, NTT, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar. Peringatan ini dikeluarkan setelah alat pemantau merekam getaran banjir dari puncak gunung api tersebut.

Kondisi Terkini dan Zona Bahaya

Hingga Jumat malam, hujan masih terjadi di sekitar puncak gunung. Meskipun saat ini hujan telah berhenti, masyarakat diminta tetap waspada saat melintasi daerah yang menjadi jalur lahar hujan. Status Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini masih berada pada Level III atau Status Siaga.

Jalur yang Perlu Diwaspadai

Beberapa jalur yang memerlukan perhatian khusus meliputi:

  • Jalan nasional Desa Dulipali
  • Jalan dari Desa Nawokote menuju Tabana dan Hewa
  • Desa Kltanlo
  • Jalan dari Desa Nobo ke Desa Nurabelen

Rekomendasi Keselamatan dari Badan Geologi

Pembatasan Aktivitas

Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Kewaspadaan terhadap Banjir Lahar

Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di daerah-daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Perlindungan Kesehatan

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi sistem pernapasan dari bahaya abu vulkanik.

Koordinasi dan Informasi

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Penting untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar