Usulan Kenaikan Dana Otsus Papua: Perbandingan dengan Aceh dan Strategi Baru
Yanni, seorang anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus Papua), telah mengemukakan tiga gagasan strategis untuk memacu pembangunan dan kesejahteraan di Papua. Gagasan ini disampaikan dalam rapat pleno bersama Wakil Presiden di Manokwari.
Ketiga usulan utama tersebut mencakup penyaluran dana Otsus secara langsung kepada masyarakat melalui mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT), peningkatan signifikan alokasi Dana Otsus menjadi 6 persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) nasional, serta penegasan status Papua sebagai Tanah Injili yang diberkati, yang berfungsi sebagai simbol integrasi spiritual dan kebangsaan.
Mengapa Kenaikan Dana Otsus Papua Dianggap Penting?
Yanni berargumen bahwa formula pendanaan Otsus yang berlaku saat ini sudah tidak lagi sesuai pasca pemekaran Papua menjadi enam provinsi. Kebutuhan mendesak untuk membangun infrastruktur dasar, meningkatkan layanan publik, dan memperkuat sumber daya manusia justru memerlukan anggaran yang lebih besar.
Ia mengusulkan kenaikan alokasi menjadi 6 persen dari DAU nasional. Namun, sebagai langkah awal yang realistis dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara, kenaikan dapat dimulai pada angka 3 persen. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keadilan fiskal bagi wilayah yang memiliki tantangan geografis dan pembangunan yang kompleks.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja