Menurut Tifa, publik harus jeli. Jangan sampai terjebak dalam ilusi transparansi yang sedang dimainkan. Soalnya, bagi dia, ini bukan lagi perkara keaslian fisik ijazah semata.
sambungnya tanpa ragu.
Dia juga mengingatkan, ijazah bukan dokumen yang berdiri sendiri. Ada banyak kejanggalan lain yang mengikutinya. Transkrip nilainya amburadul. Ada skripsi yang tahun terbitnya disebut 2108 jelas salah. Ada pula KKN yang disebut dua kali. Belum lagi kartu registrasi masuk yang untuk prodi Sarjana Muda, bukan Sarjana.
Itu baru sebagian. Masih ada sekitar 700 dokumen lain yang disita Polda dari UGM.
pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
Nadiem Bongkar Angka Sebenarnya di Balik Polemik Laptop Rp10 Juta
Yaqut Kembali Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Haji Tembus Triliunan
Kasus Nikel Konawe Utara Bergulir Lagi, Rumah Mantan Menteri Digeledah Kejagung
Roy Suryo Siap Balas Lapor, Konflik Hukum Panas Lagi