Indah Permatasari dan Achmad Megantara untuk pertama kalinya beradu peran sebagai pasangan utama dalam film drama religi berjudul "Ibadah dan Cinta". Tantangan membangun chemistry di antara mereka dijawab dengan pendekatan profesional, tanpa memaksakan kedekatan di luar kebutuhan naskah.
"Kita sih profesional aja, sebutuhnya aja. Terus juga secara pertemanan kita baik-baik saja dan kita memang secara pertemanan aja, kalau misalnya dibutuhkan chemistry kita bangun," kata Indah saat jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Achmad Megantara menambahkan, dinamika kerja mereka fleksibel tergantung bobot adegan. Saat menghadapi scene berat yang membutuhkan emosi mendalam, ia memilih memberi ruang bagi lawan mainnya. "Gua pribadi, kalau scene-nya santai ya kita jadi santai. Tapi kalau pas lagi scene-scene yang berat, karena kan juga Indah butuh ruang sendiri, ya sudah kita kasih space supaya dia bisa memuaskan karakternya," tutur Megantara.
Banyaknya adegan dengan intensitas konflik tinggi mendorong para pemain melakukan persiapan matang. Diskusi dua arah kerap dilakukan untuk mematangkan penjiwaan karakter. "Dari awal reading juga kita sudah lumayan vokal. Kita ulik lagi skenarionya, karena kami sebagai pemain punya point of view sendiri. Jadi kadang kita mempertanyakan 'kenapa?', 'harusnya gimana?', terus 'kenapa dia seperti ini?'. Itu jadi ruang diskusi bagi kami saat reading. Ada acting coach-nya juga namanya Bang Baja," jelas Megantara.
Proses syuting yang berlangsung di Australia juga meninggalkan cerita menarik. Indah mengaku suasana kerja yang hangat membuat semua tantangan terasa lebih ringan. "Kalau aku sih semua menyenangkan ya, syuting, apalagi sama bestie-bestie," ujarnya. Meski demikian, jadwal kerja padat dan keterbatasan personel menuntut fisik prima. "Memang kebetulan kita pas ke Australia itu berempat ini pemainnya. Jadi ya ada desak-desakan, capek-capekan, bangun gelap-gelapan, pulang gelap-gelapan," pungkas Megantara.
Film "Ibadah dan Cinta" berkisah tentang lika-liku perjalanan cinta dan arti keikhlasan. Selain Indah dan Megantara, film ini didukung jajaran aktor lintas generasi seperti Mathias Muchus, Berliana Lovell, Irene Librawati, Adhin Adnan, dan Nadzira Shafa. Film dijadwalkan tayang pada 24 September 2026.
Artikel Terkait
Indah Permatasari Pilih Jadi Sahabat Anak, Hindari Pola Asuh Otoriter
Indah Permatasari Sebut Anaknya Jadi Duplikat Arie Kriting, dari Cara Berdiri hingga Bicara
Arie Kriting Ungkap Naka Tergila-gila Lagu Timur, Hafal Tabola Bale hingga Ikan Naik di Pantai