Angbeen Rishi Buka Suara: Perceraian Bukan Akhir, Saya Justru Belajar Jadi Lebih Dewasa

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:15 WIB
Angbeen Rishi Buka Suara: Perceraian Bukan Akhir, Saya Justru Belajar Jadi Lebih Dewasa

Statusnya sudah berubah. Usai pernikahannya dengan Adly Fairuz resmi berakhir di penghujung 2025 lalu, Angbeen Rishi kini menyandang status sebagai seorang janda. Perceraian itu sendiri, seperti yang banyak diberitakan, berangkat dari perselisihan yang tak kunjung usai dan perbedaan prinsip yang kian menganga di antara mereka berdua.

Tapi jangan bayangkan Angbeen hancur atau larut dalam kesedihan. Saat menyinggung perasaannya sekarang, aktris berusia 28 tahun itu justru terlihat sangat menerima.

“Perasaan aku itu kan… Keputusan yang sudah dipikirkan yaa. Jadi bukan semerta-merta menangis-nangis dan itu udah dipikirkan matang-matang,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

“Jadi ya perasaanku stabil-stabil aja, karenakan ini sesuatu yang udah direncanakan, udah dibicarakan secara baik-baik.”

Bagi Angbeen, ini adalah keputusan besar. Sangat besar. Dan bukan sesuatu yang diambil dalam semalam.

“Ini kan keputusan yang besar banget, jadi sudah dipikirkan matang-matang dan aku juga izin sama my whole life itu tuh semuanya berdasarkan seizin dari papa. Jadi apapun aku diskusiin sama Papa dan beliau udah merestui boleh berpisah,” tegasnya.

Menurutnya, memaksakan pertahanan rumah tangga ketika kedua belah pihak sudah tak sejalan adalah hal yang sia-sia. Rumah tangga, baginya, adalah penyatuan dua kepala dengan pemikiran dan prinsip masing-masing. “Kalau kita sudah enggak bisa berjalan bersama-sama berarti udah enggak bisa memaksa,” tutur Angbeen.

Perasaan untuk berpisah itu sendiri, aku dia, muncul secara bertahap. Bukan ledakan tiba-tiba, melainkan akumulasi dari proses panjang.

“Untuk tahun berapa spesifiknya aku gak bisa bilang tapi along the way akhirnya kita found out kalau ternyata sudah tidak bisa bersama karena beda prinsip,” katanya. Perbedaan itulah yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada kesepakatan untuk berpisah.

Sebagai ibu satu anak, Angbeen memilih melihat sisi terang dari pengalaman pahit ini. Menurutnya, perceraian memberinya segudang pelajaran berharga yang membuatnya tumbuh lebih dewasa.

“Pelajarannya banyak banget tapi yang pasti dari perceraian ini aku belajar menjadi orang yang lebih dewasa. Bahwa being a good mother and being a good wife itu tuh kompleks, banyak yang harus kita punya dan banyak bekal yang harus kita punya untuk bisa menjadi a good wife, a good mother gitu,” ungkapnya.

Yang menarik, Angbeen tak mau serta-merta menyalahkan mantan suaminya. Ia justru membuka diri tentang kekurangannya sendiri.

“Jadi kayak I don't blame him untuk perceraian ini karena aku juga punya banyak kekurangan. Kekurangan aku banyak, aku kan juga masih banyak belajar how to be good mother gitu, terus I have mental issue gitu, I have anxiety disorder,” akunya dengan jujur.

Kini, hidup terus berjalan. Pasca perceraian, fokus Angbeen adalah pada kebahagiaan dan pengembangan dirinya sendiri. Ia menemukan cara untuk bangkit.

Coping mechanism aku setelah bercerai akhirnya I'm being happy with myself terus aku tuh ngembangin diri aku juga. Aku juga semakin senang berkarya, semakin senang masak, ya aku kadang-kadang menyenangkan diri sendiri dengan jalan-jalan,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar