Aghniny Haque Tolak Tawaran Film Lima Kali, Takut Dihujat Ibu-Ibu

- Senin, 12 Januari 2026 | 22:00 WIB
Aghniny Haque Tolak Tawaran Film Lima Kali, Takut Dihujat Ibu-Ibu

Press conference untuk film "Penerbangan Terakhir" berlangsung cukup standar. Hingga kemudian, Aghniny Haque membuat sebuah pengakuan yang bikin semua orang dengerin. Ternyata, aktris sekaligus mantan atlet taekwondo itu sempat menolak tawaran main di film ini. Bukan cuma sekali, lho, tapi sampai lima kali! Baru setelah dibujuk setengah mati, ia akhirnya luluh dan menerima peran sebagai Nadia.

Lho, kenapa? Naskahnya buruk? Justru enggak. Menurut Aghniny, ceritanya berani dan menarik banget. Masalahnya, dia ketakutan. Bukan setengah-setengah, tapi benar-benar takut sama kompleksitas karakter yang harus dia perankan. Karakter Nadia ini, baginya, terasa sangat ekstrem.

Takut Citra Buruk di Mata Publik

Di film itu, Nadia adalah istri dari seorang pilot bernama Deva, yang diperankan Jerome Kurnia. Cuma, rumah tangga mereka jauh dari kata harmonis. Nadia digambarkan terjebak dalam hubungan yang toksik. Tapi jangan salah, dia bukan korban sepenuhnya. Karakter ini punya sisi manipulatif, suka main play victim cuma buat mempertahankan status pernikahannya. Nah, yang kayak gini ini yang bikin Aghniny ciut.

"Aku takut kalau nggak bisa deliver," ujarnya polos.

Dia lalu melanjutkan dengan nada setengah bercanda, tapi serius, "Selain itu, aku takut banget kalau lagi jalan di luar sana, terus ibu-ibu lihat aku tuh kayak kesel gitu sama aku karena karakter ini."

Kalimat itu dia sampaikan di sela konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin lalu. Ketakutan akan dihujat penonton karena aktingnya terlalu "nyelip" ke kehidupan nyata, sempat jadi ganjalan terbesar. Soalnya, Nadia memang dirancang untuk memancing emosi, menggambarkan dinamika hubungan yang rusak dan penuh kepalsuan.

Luluh Setelah Dibujuk 5 Kali

Di sisi lain, tim produksi nggak mau menyerah. Mereka yakin banget Aghniny adalah orang yang tepat. Produser Tommy dan tim VMS lainnya sampai harus kerja keras membujuknya berulang kali. Argumen mereka sederhana: hanya Aghniny yang bisa menghidupkan Nadia.

"Terima kasih buat VMS, Bu Shalu, dan Pak Tony yang sudah membujuk saya sampai lima kali sampai akhirnya saya yakin memainkan Nadia," kata Aghniny, mengakui usaha mereka.

Setelah bolak-balik mikir, akhirnya dia memutuskan untuk berubah haluan. Rasa takut itu dia cubit, diubah jadi bahan bakar. "Daripada takut, akhirnya aku harus mensyukuri dan menjadikan karakter Nadia adalah new challenge buat aku. Ternyata yes, aku bisa melewati itu," imbuhnya dengan senyum lega.

Pendalaman Karakter dari Sisi Psikologis

Begitu komitmen diberikan, Aghniny terjun total. Untuk memerankan sosok manipulatif tapi rapuh seperti Nadia, dia nggak cuma mengandalkan naskah. Observasi mendalam dia lakukan, dengan berdiskusi intens bersama sutradara Benni Setiawan. Fokusnya adalah menyelami psikologi seorang istri yang nekad bertahan dalam hubungan penuh kebohongan.

"Observasinya berangkat dari sisi psikologis Nadia tersendiri dan juga ketakutannya dia akan kehilangan Deva," jelas Aghniny. "Nadia menjadi destruktif karena dia bertahan di hubungan yang sangat toksik."

Melalui perjalanan berat ini, Aghniny punya harapan untuk penontonnya. Khususnya para perempuan. Dia berharap film "Penerbangan Terakhir" bisa jadi pelajaran, agar perempuan berani bersuara dan keluar dari jerat hubungan yang manipulatif.

"Semoga film ini bisa menjadi inspirasi agar tidak ada lagi 'Tiara-Tiara' atau 'Nadia-Nadia' berikutnya yang terjebak dalam hubungan seperti ini," pungkasnya mantap.

Film "Penerbangan Terakhir" sendiri rencananya bakal tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026. Selain Aghniny Haque dan Jerome Kurnia, film ini juga dibintangi oleh Nadya Arina.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar