Sudah dua bulan berlalu, dan Inara Rusli masih belum bisa bertemu dengan ketiga anaknya. Pemicunya tak lain adalah pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi yang terus jadi sorotan. Dalam situasi yang memanas ini, Virgoun, mantan suaminya, diketahui membawa serta anak-anak mereka.
Inara mengaku tak ingin anak-anaknya ikut terseret dalam persoalan orang dewasa. Harapannya sederhana: mereka tetap berada di lingkungan yang aman dan mendapat pengasuhan yang tepat. Itu saja.
“Sebenernya kalau seandainya dirinya (Virgoun) bisa memenuhi kriteria menjadi seorang figur ayah yang sesuai syariat, aku enggak bakalan juga mau repot-repot ngerebut hak asuh anak,” ujar Inara dalam podcast YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Jumat lalu.
Baginya, kepentingan anak adalah segalanya.
“Silahkan kalau emang dia sayang sama anak, dia mampu membimbing dan mendidik anak-anak silahkan aku enggak masalah,” lanjutnya. Namun begitu, nada suaranya berubah serius. “Tapi kan yang jadi permasalahan anak-anak ini tanggung jawabnya sampai akhirat.”
Ia mengklaim tahu persis kondisi yang dialami anak-anak saat bersama ayah mereka. “Aku tau bagaimana keadaan dan situasi yang sebenarnya yang ada di tempat bapaknya anak-anak,” ucap Inara, tanpa merinci lebih jauh.
Persoalan lain muncul dari arah yang berbeda. Mantan mertuanya, Eva Manurung, pernah menuding Inara bersikap kasar kepada anak-anaknya sendiri.
Menanggapi tudingan itu, Inara bersikap tegas. Ia menantang agar setiap klaim dibuktikan secara hukum. “Semua omongan itu kan harus ada buktinya karena ini negara hukum. Kalau ada buktinya dan tidak terbukti ya ada konsekuensi hukum kan.”
Menurut ibu tiga anak ini, istilah ‘kasar’ dalam mendidik sering kali disalahpahami. “Kadang ada orang yang memang tegas sama anaknya itu dianggap kasar. Ada yang ngomong harus dengan gebrak meja itu udah dibilang kasar jadi ya beda-beda,” jelasnya. Ia merasa penilaian orang sering kali melupakan konteks.
Lebih jauh, Inara membeberkan prinsipnya dalam mendidik, yang ia klaim berlandaskan ajaran Islam. “Aku enggak tau dengan yang dimaksud kasar ini apa, tapi yang jelas aku paham bahwa dalam Islam memukul anak itu tidak boleh menyakiti sampai meninggalkan bekas.”
Ia pun mengakui pernah memberikan hukuman fisik, meski dengan alasan yang ia anggap sangat serius.
“Aku enggak pernah cubit, kalau pukul pernah tapi karena satu hal yang fatal menurut aku. Mencuri misalnya, mencuri bukan berarti tentang uang aja ya tapi mengambil tanpa seizin dan itu sudah dilakukan berulang kali dan kita sudah mendidik berulang kali, memberitahu berulang kali tapi masih dilakukan kan harus ada konsekuensinya.”
Di usianya yang ke-32, Inara menegaskan bahwa hukuman semacam itu bukanlah luapan emosi. Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab, sebuah cara untuk membentuk karakter dan mengajarkan batasan sejak dini.
Di akhir pembicaraan, ia meninggalkan pesan yang terdengar seperti renungan. “Kalau emang anak ini harus bersama dengan figur yang baik gitu ya, kalau emang aku enggak cukup baik ya seenggaknya intropeksi diri aja gitu. Mengingat rekam jejak digitalkan juga enggak bisa hilang.”
Artikel Terkait
Lovely Runner hingga Goblin: Deretan Drama Korea Paling Adiktif untuk Ditonton Ulang
Hanggini Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Sempat Alami Keguguran Sebelumnya
Maia Estianty Larang Warganet Tanyakan Soal Kehamilan ke El Rumi dan Syifa Hadju: Itu Takdir, Bukan Konsumsi Publik
Prilly Latuconsina Jalani Misi Rescue Diver di Red Bull Cliff Diving 2026, Bertahan Lebih dari Dua Jam di Laut