"Beliau pernah bilang, 'Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun. Tapi nggak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa nggak aku jadi manusia biasa?'"
Karina pun berujar dengan penuh kebanggaan, "Terima kasih, Wa. Namanya sangat harum. Kebaikannya dikenal semua orang."
Ada pula pesan lain yang kini terasa sangat menghantui. Tiga hari sebelum wafat, Epy menyampaikan sesuatu pada sahabatnya, Aris Nugraha. Pesan itu seperti sebuah firasat.
"Dia bilang, 'Bun, nanti di Bandung, Papi sama Kio akan selalu ada di samping Uwa.' Uwa sampai bertanya-tanya, 'Ada misteri apa di balik ini, Bun?'" kenang Karina.
Selain mengungkapkan kesedihannya, Karina juga punya rencana khusus untuk mengenang suaminya. Dia berniat memuseumkan barang-barang peninggalan Epy. Bukan barang mewah, justru sebaliknya. Barang-barang rongsokan itulah yang sangat berharga di mata Epy, sang seniman.
"Harganya mungkin cuma Rp 10.000, dibeli di tempat rongsokan Jatinegara. Tapi itu sangat berharga. Dia seniman yang gila, jauh dari kata kemewahan," ucap Karina.
Menurutnya, mencari barang rusak dan hancur justru lebih susah daripada membeli barang branded. Jiwa seni Epy memang unik. Koleksinya itu pun rencananya tak hanya disimpan. Bisa jadi akan dipakai untuk keperluan syuting, mengingat anak mereka, Quentin, kini juga mulai terjun ke dunia akting.
"Akan kami abadikan. Kita hidup di dunia seni, properti itu bisa dipakai untuk pentas atau pertunjukan nanti," tutup Karina.
Artikel Terkait
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga
Michelle Ashley Ungkap Alasan Jauh dari Pinkan Mambo demi Kesehatan Mental
Serial Animasi KIKO Season 4 Tayang Perdana di RCTI, Usung Cerita Baru di Neo Asri
Haldy Sabri Protes Ammar Zoni Bawa-bawa Nama Irish Bella dalam Pleidoi Narkoba