Tangis Haru Epy Kusnandar di Warung Keluarga, Amanah Terakhir untuk Karina

- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:15 WIB
Tangis Haru Epy Kusnandar di Warung Keluarga, Amanah Terakhir untuk Karina

JAKARTA – Udara di Ciganjur terasa berat siang itu, bertepatan dengan pengajian ketujuh hari meninggalnya Epy Kusnandar. Karina Ranau, dengan wajah lelah namun tenang, mencoba mengumpulkan serpihan kenangan tentang suaminya. Termasuk momen-momen terakhir yang justru ia ketahui dari cerita orang lain.

Dari seorang kerabat dekat, Karina baru tahu bahwa Epy sempat menangis. Kejadiannya di warung makan mereka sendiri, di saat tempat itu sedang ramai-ramainya.

"Kemarin saya dengar cerita, ternyata Almarhum itu sempat menangis," ujar Karina, saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia lalu menceritakan ulang apa yang didengarnya.

"Jadi saat itu dia datang ke warung. Di warung itu ramai sekali, ramai banget itu sampai orang ngantri gitu. Nah, dari kejauhan dia itu menangis sambil ngelihat gitu, ngelihat situasi di warung."

Menurut Karina, Epy kemudian menyampaikan perasaannya.

"Dia bilang, 'Saya bahagia Bun. Saya bahagia ngelihat Bunda tersenyum, melayani para pembeli, melayani tamu' gitu. 'Kalaupun saya, waktunya saya dipanggil, mungkin saya sudah lebih tenang'," lanjutnya menirukan sang suami.

Rupanya, tangis itu muncul karena haru. Epy merasa lega bisa punya sumber rezeki lain di luar dunia entertaint yang selama ini digelutinya. Itu adalah wujud cemas dan sayangnya sebagai kepala keluarga.

"Karena ya selama ini harapannya kan dari hasil kerjanya dia sebagai sosok yang bekerja di dunia entertaint gitu, bisa menafkahi anak istri," jelas Karina.

"Tapi ini dia ngasih warung kecil itu kayak meninggalkan, 'Ini loh buat bekal kalian' gitu."

Suaranya terdengar pelan namun penuh tekad. "Nah tinggal sayanya bagaimana? Untuk menjalankan amanah beliau. Apakah bisa terus?"

Pertanyaan itu tentu saja punya jawaban yang jelas baginya. Melihat harapan almarhum, Karina bertekad mempertahankan bisnis warung itu. Tidak ada pilihan lain, ini soal menyambung hidup dan masa depan anak semata wayangnya.

"Jadi ya, saya pastinya akan bekerja keras," tekadnya.

"Saya masih punya anak yang masih akan tetap mengejar pendidikan, sekolah. Kita harus hidup, harus makan, harus tetap bertahan dengan kondisi apapun. Dan ya saya akan menjadi tulang punggung untuk anak saya selama saya masih sehat," pungkas Karina Ranau.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler