Kala itu, seluruh anak berkumpul di rumah. Suasana hangat tiba-tiba berubah. Salah satu anak Gary dari pernikahan sebelumnya pamit pulang, dan reaksi Gary sungguh di luar dugaan.
“Anak-anak nggak pernah lihat ayahnya semarah itu. Biasanya kalau marah cuma ditegur, waktu itu nggak,” cerita Richa.
“Gary melotot marah. 'Kenapa pulang? Kamu udah jarang ke sini, jarang nengokin ayah. Nanti kalau lebaran tahun depan ayah nggak ada, gimana?' katanya.”
Perkataan itu seperti petanda. Gary Iskak meninggal dunia pada Sabtu, 29 November, akibat sebuah kecelakaan tunggal. Ia mengalami pendarahan parah dan tak bisa diselamatkan di rumah sakit. Kenangan dan firasat di Lebaran terakhir itu kini tinggal cerita yang menyisakan luka.
Artikel Terkait
Acha Septriasa Buka Luka Masa Kecil, Ubah Luka Jadi Pedoman Jadi Ibu
Fuji Berjuang Menahan Duka di Tengah Duka Lula Lahfah
Boiyen Ajukan Cerai, Vincent Rompies Sudah Tahu Bakal Begini
Tawa dan Kebingungan Ammar Zoni Saat Saksi Ungkap Pohon Narkoba di Rutan