Endipat Wijaya Sindir Donasi Rp10 M, Lalu Bagaimana dengan Kekayaannya Sendiri?
Nama Endipat Wijaya, anggota Komisi I DPR dari Gerindra, tiba-tiba ramai diperbincangkan. Pemicunya? Sebuah video di media sosial yang menampilkannya sedang menyindir para relawan penyalur bantuan untuk korban banjir di Sumatra dan Aceh.
Dalam rekaman itu, Endipat terlihat tak nyaman dengan sorotan publik terhadap aksi penggalangan dana. Ia menyinggung soal relawan yang diduga Ferry Irwandi yang dianggapnya "sok hebat" karena berhasil mengumpulkan donasi Rp10 miliar. Padahal, menurutnya, bantuan pemerintah untuk bencana itu sudah mencapai angka triliunan rupiah.
"Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh. Jadi, yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana, padahal negara sudah hadir sejak awal dalam penanggulangan bencana,"
Ia pun punya permintaan khusus kepada Komisi Informasi dan Diseminasi (Komdigi). Endipat meminta lembaga itu lebih gencar memublikasikan kinerja pemerintah dalam penanganan banjir.
"Jadi, kami mohon Ibu (Meutya Hafid), fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu, Bu,"
Komentar-komentarnya itu, tentu saja, langsung memantik reaksi. Banyak yang bertanya-tanya: kalau begitu, bagaimana dengan posisi dan kekayaan sang anggota dewan sendiri?
Mengintip LHKPN Endipat Wijaya
Rupanya, pertanyaan itu punya jawaban yang tercatat rapi. Melalui laman e-LHKPN, Endipat melaporkan hartanya per 9 September 2024. Angkanya? Total kekayaannya mencapai lebih dari Rp12,4 miliar. Cukup fantastis.
Rinciannya bisa kita lihat. Untuk aset tanah dan bangunan, ia melaporkan nilai Rp2,5 miliar. Ini mencakup tiga bidang tanah: satu di Tangerang Selatan seluas 123 m² senilai Rp1 miliar, dan dua lagi di Bogor dengan total luas 310 m² yang dihargai Rp1,5 miliar.
Lalu, alat transportasi. Di sini terlihat selera sang politikus. Ada mobil SUV premium GWM Tank 500 HEV tahun 2024 seharga Rp1,196 miliar. Ditambah Honda CR-V 2019 seharga Rp350 juta, dan Toyota Alphard 2021 yang harganya mencapai Rp1 miliar. Total untuk kendaraan saja: Rp2,546 miliar.
Tak ketinggalan, surat berharga yang dimilikinya bernilai sangat signifikan, yakni Rp5 miliar. Kemudian ada kas dan setara kas sebesar Rp2,395 miliar, serta harta bergerak lain senilai Rp52 juta.
Yang menarik, dalam laporannya, kolom "hutang" dan "harta lainnya" dibiarkan kosong. Semua harta itu diklaim sebagai hasil sendiri. Akhirnya, semua angka itu berujung pada total bersih kekayaan sebesar Rp12.493.805.131.
Data itu kini menggantung di udara, beriringan dengan komentarnya yang viral. Sebuah kontras yang sulit diabaikan: antara kritik terhadap sumbangan orang lain dan daftar kekayaan pribadi yang demikian panjang. Masyarakat pun kini punya lebih banyak bahan untuk menilai.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra