Wajah Babak Belur dan Penangkapan Palsu: Pandji Pragiwaksono Jadi Sasaran Hoaks AI
Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana media sosial beberapa waktu lalu. Beredar foto komika Pandji Pragiwaksono dengan kondisi yang memprihatinkan. Wajahnya tampak penuh luka, babak belur. Dalam foto lain, terlihat ia sedang 'ditangkap' oleh dua aparat kepolisian di sebuah rumah.
Unggahan itu disertai keterangan yang provokatif. "Karier Di Ujung Tanduk?," tulisnya. Tak cuma itu, narasi yang dibangun terasa mengarahkan. "Pandji Pragiwaksono menjadi pusat perhatian... dan bukan tanpa alasan. Reputasi hancur dalam sekejap," begitu lanjutan caption foto tersebut.
Gambar-gambar itu langsung viral, memancing berbagai spekulasi. Banyak yang kaget, tak sedikit pula yang langsung percaya.
Merespon keributan itu, Pandji akhirnya buka suara. Lewat akun X-nya, pria 46 tahun itu angkat bicara. Ia menegaskan bahwa foto-foto yang beredar adalah hoaks yang sangat meresahkan.
"Meresahkan skali,"
Begitu kicauannya pada Rabu (3/12), menepis kabar buruk seputar dirinya.
Reaksi warganet pun beragam. Sebagian merasa geram dengan penyebaran konten palsu itu.
"Bayangin emak emak yg nemu iklan itu... pasti auto percaya wkwkwk,"
komen salah satu pengguna dengan nama samaran @sup".
"Meresahkan dan menyebalkannya banyak banget yang percaya,"
tambah akun @one".
Ada juga yang mencoba menganalisa motif di baliknya. Seperti komentar dari @sal" yang mencurigai ada pihak berkepentingan.
"Ada yang ngebiayain berarti udah pasti bukan orang biasa kalo udah sampe niat keluarin duit minimal kalangan elit,"
tulisnya.
Faktanya? Semua itu cuma rekayasa. Setelah ditelusuri, konten foto babak belur dan penangkapan itu adalah hasil editan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Pandji Pragiwaksono sama sekali tidak mengalami kekerasan apalagi ditangkap polisi. Keadaannya baik-baik saja.
Ini, sayangnya, bukan pengalaman pertama bagi Pandji. Sebelumnya, namanya juga pernah dicatut untuk promosi judi online lewat video yang sudah dimanipulasi. Hasil pemeriksaan pun menyatakan video itu palsu. Rupanya, menjadi publik figur memang rentan jadi sasaran informasi menyesatkan.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra