Pasangan Terduga Pelaku Teror Bunga ke dr Oky Kembali Absen di Panggilan Polisi

- Kamis, 20 November 2025 | 18:10 WIB
Pasangan Terduga Pelaku Teror Bunga ke dr Oky Kembali Absen di Panggilan Polisi

Pasangan Diduga Kirim Teror Bunga ke dr Oky Kembali Bolos Panggilan Polisi

Kuasa hukum dr Oky Pratama, Ahmad Ramzy, lagi-lagi dibuat kecewa. Pasalnya, pasangan suami istri asal Jawa Barat yang diduga sebagai pelaku teror karangan bunga kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (20/11). Mereka tak hadir tanpa konfirmasi apa pun.

Ramzy mengaku sudah mengecek langsung agenda pemeriksaan di Polda. "Ternyata yang bersangkutan tidak hadir," ujarnya dengan nada kesal. Ia pun langsung menanyakan perkembangan kasus ini kepada penyidik yang menangani.

Menurut penuturannya, penyidik beberapa hari sebelumnya memang sudah menginformasikan bahwa pasangan tersebut akan diperiksa hari ini. "Jadi kedatangan agenda ke Polda hari ini berdasarkan informasi penyidik," jelas Ramzy. Tapi kenyataannya lain.

Di sisi lain, penyidik ternyata sudah memanggil saksi-saksi lain. Ada S yang dikenal sebagai unboxing official dan AR. "Untuk saudara S agendanya besok hari Jumat, tapi belum ada konfirmasi kehadiran atau tidak," tambah Ramzy. Sedangkan untuk salah satu terduga, HS, sudah dijadwalkan undangan kedua pada 24 November 2025.

Jadwal itu sebenarnya sesuai permintaan HS sendiri. Dua minggu lalu, HS mengirim surat minta penundaan dan mengusulkan tanggal 24 November. "Undangan kedua sudah dikirimkan," kata Ramzy.

Kasus ini sendiri bermula dari pengiriman teror berupa karangan bunga ke empat lokasi: rumah dr Oky, dua klinik di Kemang dan Pondok Indah, plus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Aksi ini terjadi di tengah malam, sekitar pukul 02.00 WIB, menggunakan mobil yang bergerak senyap tanpa meninggalkan jejak.

Tapi berkat penyelidikan kepolisian, identitas para pengirim berhasil terungkap. "Alhamdulillah melalui penyelidikan yang baik kepolisian Polda telah mengungkap siapa-siapa aja yang mengirimkan karangan bunga tersebut," ujar Ramzy.

Para terduga pelaku sendiri belum memberikan konfirmasi soal kehadiran di panggilan kedua. Ramzy menyatakan akan terus memantau perkembangan. "Kita juga akan menunggu juga tanggal 24 apakah HS di undangan kedua akan datang atau tidak," tegasnya.

Laporan teror ini sebenarnya sudah dibuat sejak 28 Agustus 2025. Beberapa terduga, termasuk IW dan HS, ternyata sama-sama sudah mangkir dari pemanggilan pertama. "Ini sudah kali ke berapa sebelumnya kan?" ucap Ramzy dengan nada frustrasi.

Ia menegaskan butuh kehadiran para terduga untuk bertanggung jawab. "Saya membutuhkan keberanian dan gentleman mereka semua ini. Mereka berani berbuat, beraninya juga harus bertanggung jawab," tegasnya.

Ketika ditanya tanggapan dr Oky, Ramzy hanya bilang kliennya merespons singkat. "Beliau hanya menjawab 'oke bang'," ujarnya. Tapi ia berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.

Ramzy menduga setidaknya ada lima orang yang terlibat. Tiga di antaranya bertindak sebagai pelaku lapangan, termasuk seorang karyawan dari HS dan IW. "Karyawan ini sudah menyampaikan keterangannya bahwa disuruh oleh pengusaha asal Jabar," ungkapnya.

Ia menutup pembicaraan dengan penuh keyakinan. "Kepolisian memanggil orang-orang tersebut pasti punya dasar," pungkas Ramzy, sambil memastikan akan terus mendampingi proses hukum ini sampai semua pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar