Prospek Saham ERAA 2025: Ekspansi ke F&B & Kendaraan Listrik - Analis Rekomendasi BUY
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) secara agresif memperluas portofolio bisnisnya dengan melakukan diversifikasi ke sektor makanan dan minuman (F&B) serta kendaraan listrik (EV). Langkah strategis ini dilakukan untuk mencari sumber pendapatan baru di luar bisnis utama perangkat genggam.
Sebagai bagian dari ekspansi F&B, ERAA baru saja membuka dua gerai baru pada akhir Oktober 2025, yaitu concept store teh Chagee pertama di Bekasi dan gerai Paris Baguette di Depok, Jawa Barat. Pembukaan gerai baru ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan peta jalan ekspansinya.
Rekomendasi Analis: Beli Saham ERAA dengan Target Harga Rp600
Menyikapi langkah ekspansi ini, analis dari UOB Kay Hian, Willinoy Sitorus, menilai prospek Erajaya untuk paruh kedua tahun 2025 tetap solid. UOB Kay Hian secara konsisten mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham ERAA dengan target harga yang ditetapkan sebesar Rp600 per saham.
Rekomendasi beli ini didasarkan pada rasio Price-to-Earnings (PE) sebesar 7,7 kali, yang sejalan dengan rata-rata historis saham ERAA pada periode 2020–2025. Keyakinan ini juga dilandasi oleh proyeksi pertumbuhan penjualan yang solid dan kesuksesan ekspansi vertikal perusahaan sepanjang tahun 2025.
Diversifikasi F&B: Strategi Raih Margin Lebih Tinggi
Willinoy menambahkan bahwa lini bisnis Food and Nourishment, yang mencakup Chagee, Paris Baguette, dan merek F&B lainnya, menunjukkan perkembangan yang positif dengan pembukaan gerai baru sesuai jadwal. Diversifikasi ke sektor F&B dinilai sebagai langkah strategis Erajaya untuk memperoleh margin yang lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis smartphone.
Eksekusi bisnis ERAA menunjukkan bahwa rencana ekspansi berjalan dengan baik. Manajemen dinilai konsisten dalam pandangannya untuk mempertahankan pertumbuhan dua digit dari bisnis di luar smartphone.
Secara teknis, hingga penutupan perdagangan Rabu, 29 Oktober 2025, saham ERAA tercatat menguat sebesar 2,36 persen ke level Rp434 per saham, mencerminkan sentimen pasar yang positif terhadap strategi perusahaan.
Artikel Terkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik
IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Aksi Jual Asing Capai Rp791 Miliar
Target Pendapatan Melonjak 1.584 Persen, GPSO Bidik Rp92,47 Miliar Usai Diakuisisi Tjokro Group
Semen Indonesia Siapkan Dana Rp730 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo