IHSG Ditutup Turun 1,04% ke 8.152,55, Sektor Properti dan Industri Jadi Penopang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025, dengan penurunan sebesar 85,53 poin atau 1,04 persen ke level 8.152,55. Pergerakan pasar saham hari ini diwarnai oleh lebih banyak saham yang melemah, di mana 363 saham tercatat turun, 342 saham menguat, dan 251 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 28,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp22,8 triliun.
Pergerakan Indeks Saham Lainnya
Tekanan jual terlihat luas di berbagai indeks acuan. Indeks LQ45 terkoreksi 1,66 persen ke posisi 806,30. Sementara itu, Indeks JII turun 1,46 persen ke 563,16, Indeks IDX30 melemah 1,50 persen ke 422,11, dan Indeks MNC36 menyusut 1,64 persen ke level 330,27.
Sentimen Sektor di Bursa Saham
Mayoritas sektor saham ditutup di zona merah. Sektor yang mengalami tekanan penjualan signifikan meliputi teknologi (turun 2,66%), bahan baku (turun 2,72%), dan kesehatan (turun 1,56%). Sektor lainnya seperti keuangan, infrastruktur, transportasi, dan energi juga tercatat melemah.
Di tengah sentimen negatif, beberapa sektor justru menunjukkan kinerja positif dan menjadi penopang. Sektor properti menjadi penyelamat dengan kenaikan tertinggi sebesar 3 persen, diikuti oleh sektor industri yang naik 1,77 persen, serta sektor konsumer non siklikal yang menguat 1,53 persen.
Top Gainers dan Top Losers Saham
Pada perdagangan hari ini, saham PT City Retail Developments Tbk (NIRO) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 34,97 persen ke Rp220. Disusul oleh saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang melonjak 34,88 persen ke Rp116, dan PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) yang naik 34,86 persen ke Rp236.
Sebaliknya, saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) tercatat sebagai top loser dengan penurunan 14,77 persen ke Rp456. Dua saham lainnya yang masuk dalam daftar pelemah terbesar adalah PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang turun 14,62 persen ke Rp181, dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang melemah 14,38 persen ke Rp655.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020