Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Tertekan di Dekat Rp 18 Ribu per Dolar AS

- Selasa, 28 Juli 2026 | 07:06 WIB
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Tertekan di Dekat Rp 18 Ribu per Dolar AS

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengunduran diri itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers bersama Anggota Dewan Gubernur BI di Kantor BI, Senin (27/7). Untuk sementara, posisi Gubernur BI diisi Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Penjabat Gubernur BI.

Destry menjelaskan, Perry telah mengajukan surat pengunduran diri pada 25 Juli 2026. “Pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026,” ujarnya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, surat tersebut telah disampaikan langsung Perry kepada Presiden Prabowo Subianto. “Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo.

Keputusan mundur Perry diambil di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp 18 ribu per dolar AS. Selama memimpin BI pada periode 2018-2026, ia meninggalkan sejumlah kebijakan yang menjadi fondasi penguatan sistem pembayaran dan pasar keuangan nasional.

QRIS dan BI-FAST

Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2019. Sistem ini menyatukan berbagai kode QR dari penyedia jasa pembayaran dalam satu standar nasional, memudahkan transaksi digital. BI juga memperluas QRIS melalui QRIS Antarnegara untuk transaksi lintas batas dengan sejumlah negara mitra. Di sisi infrastruktur, BI meluncurkan BI-FAST, sistem pembayaran ritel nasional yang memungkinkan transfer dana secara real-time 24/7 dengan biaya lebih murah.

SRBI dan BSPI

Dalam menjaga stabilitas pasar keuangan, BI memperkenalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter baru untuk memperdalam pasar keuangan domestik, memperkuat stabilitas nilai tukar, dan menarik modal asing. Perry juga mendorong Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030 sebagai peta jalan digitalisasi sistem pembayaran nasional, termasuk pengembangan Rupiah Digital.

Local Currency Settlement

Di bawah kepemimpinannya, implementasi Local Currency Settlement (LCS) diperluas secara signifikan. Kerangka kerja sama LCS pertama kali diinisiasi pada Desember 2017 bersama bank sentral Malaysia dan Thailand, namun sejak Perry menjabat pada Mei 2018, kebijakan ini berkembang menjadi strategi utama untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags