PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mengucurkan pinjaman hingga USD300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk mendukung proyek smelter aluminium anak usahanya. Pinjaman tersebut diberikan kepada PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) melalui perjanjian fasilitas yang ditandatangani pada 30 Juni 2026.
Fasilitas pinjaman berbentuk revolving loan dengan skema uncommitted basis ini memiliki jangka waktu hingga 30 November 2031. Dana dapat dicairkan dalam dua mata uang, yaitu dolar AS dan rupiah. Untuk pinjaman dalam dolar AS, bunga mengacu pada Term SOFR ditambah marjin tertentu per tahun, sementara pinjaman dalam rupiah menggunakan acuan IndONIA ditambah persentase tertentu per tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek KAI, termasuk tambahan belanja modal, pembiayaan kembali, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan pembangunan dan operasional proyek. Saat ini, KAI tengah membangun fasilitas smelter aluminium di kawasan industri PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Kalimantan Utara.
Pada tahap pertama, smelter tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 500 ribu ton aluminium ingot per tahun, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung. Manajemen ADMR menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat hilirisasi mineral sekaligus membantu memenuhi kebutuhan aluminium nasional yang masih bergantung pada pasokan impor.