PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memutuskan untuk membagikan dividen senilai USD172,29 juta, yang setara dengan sekitar Rp3,04 triliun, kepada para pemegang saham pada akhir Juni 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, di mana perseroan sepakat mengalokasikan 80 persen laba bersih sebagai dividen.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa kebijakan mempertahankan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menyeimbangkan imbal hasil bagi pemegang saham dengan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Menurutnya, langkah ini juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kualitas arus kas, disiplin keuangan, serta fundamental bisnis yang kuat di tengah dinamika industri energi global.
“Rasio pembayaran dividen kepada Pemegang Saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Di sisi lain, Fajriyah menambahkan bahwa PGN tetap berkomitmen menjalankan kebijakan dividen yang konsisten sembari menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung agenda pengembangan infrastruktur dan bisnis gas bumi nasional. Dividen tunai yang dibagikan setara dengan Rp125,61 per saham, lebih rendah dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang mencapai Rp182,08 per saham. Penurunan ini sejalan dengan kontraksi laba bersih perseroan yang tercatat turun hingga 34 persen.
Sementara itu, harga saham PGAS pada siang hari bergerak menguat 1,3 persen ke level Rp1.900 per saham. Dengan nilai dividen tersebut, imbal hasil atau yield yang diperoleh pemegang saham mencapai sekitar 6,61 persen. Berikut jadwal pembagian dividen PGAS: cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Juni 2026, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Juni 2026, cum dividen di pasar tunai pada 8 Juni 2026, ex dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2026, dan pembayaran dividen pada 24 Juni 2026.
Artikel Terkait
KWT Mawar 8 Manfaatkan Lahan Bekas Banjir Jadi Kebun Hidroponik, Bantu Warga Dapat Sayuran Murah
Danantara Pangkas Alokasi Investasi 2026 Jadi Rp212 Triliun Imbas Pelemahan Rupiah
CLEO Akuisisi Aset Pabrik dan Gudang di Cikarang Senilai Rp54,36 Miliar
IHSG Anjlok 0,91 Persen ke Level 6.149, Mayoritas Sektor Tertekan