Laba bersih PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) melonjak 186,1 persen menjadi Rp914 juta pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Emiten penyedia solusi teknologi informasi ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp56,7 miliar, atau tumbuh 154,65 persen secara tahunan.
Direktur Utama LUCK, Josephine Handayani Hidajat, mengungkapkan bahwa pendorong utama kinerja perseroan adalah keberhasilan perluasan segmen bisnis di bidang digitalisasi IT berbasis multimedia. Menurutnya, layanan tersebut mengalami lonjakan permintaan yang tinggi, baik dari sektor korporasi swasta maupun instansi pemerintahan.
Di sisi pendapatan, pertumbuhan signifikan LUCK ditopang oleh langkah efisiensi operasional dan penguatan pos pengeluaran. Perseroan menerapkan sistem otomasi dalam proses pekerjaan serta menjalankan kontrol anggaran secara optimal guna mengamankan margin profitabilitas.
“Langkah mitigasi tersebut diambil di tengah tekanan eksternal industri, seperti memanasnya konflik geopolitik di Iran, fluktuasi kenaikan kurs dolar AS yang signifikan, serta kenaikan harga material IT akibat kelangkaan produk di pasar global yang dipicu oleh tingginya permintaan kebutuhan teknologi Artificial Intelligence (AI),” kata Josephine dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, Josephine menambahkan bahwa perseroan mengidentifikasi lima tantangan makro dan mikro utama yang berpotensi membayangi laju pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Tantangan tersebut meliputi ketegangan geopolitik, volatilitas nilai tukar, dan persaingan pasar.
“Manajemen menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tren pertumbuhan melalui pengelolaan anggaran yang sehat dan efisien,” ujarnya.
Di sisi lain, manajemen LUCK memberikan sinyal terkait peluang pemberian keuntungan investasi di akhir tahun buku. “Kita berharap profit di akhir tahun akan bagus karena kami ingin sekali membagikan dividen untuk semua shareholder,” pungkas Josephine.
Artikel Terkait
Harita Nickel Umumkan Buyback Saham Rp1 Triliun, Nilai Fundamental Dinilai Belum Tercermin
Bea Cukai dan BIN Ungkap Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar di Semarang, Pengamat Sebut Indikasi Jaringan Besar
Pemerintah Salurkan KUR ke 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif Bali, Dorong Akses Pembiayaan dan Daya Saing Usaha
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi