Lalu, bagaimana investor harus bersikap di tengah kondisi spekulatif seperti ini? Francisca Gerungan, Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas, punya pesan sederhana: jangan gegabah. Euforia jangka pendek seringkali menjebak, terutama bagi investor ritel. Ia menekankan pentingnya disiplin dan diversifikasi.
“Dalam situasi pasar yang bergerak cepat dan cenderung spekulatif, investor sebaiknya tidak terjebak pada euforia jangka pendek. Diversifikasi menjadi strategi yang semakin krusial untuk menjaga stabilitas portofolio,” ujar Francisca.
Ia lantas menyarankan instrumen reksa dana. Hingga Januari 2026, pertumbuhan nasabah ritel di instrumen ini tercatat naik 15% secara tahunan. Menurutnya, reksa dana cocok banget untuk mengelola risiko secara dinamis karena memberikan diversifikasi otomatis dan dikelola oleh profesional.
“Di tengah volatilitas seperti saat ini, pendekatan yang terukur dan berbasis profil risiko jauh lebih penting dibandingkan mengejar momentum sesaat,” katanya.
Nah, buat yang mau bermain aman pekan depan, Francisca merekomendasikan reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Kalau masih pengin menangkap peluang di saham tapi dengan risiko lebih terkendali, reksa dana campuran bisa jadi opsi. Intinya, pasar yang fluktuatif bukan saatnya untuk kabur, tapi justru momentum untuk menata ulang portofolio dengan kepala dingin.
“Investor perlu fokus pada konsistensi dan disiplin, bukan hanya pada pergerakan harian,” pungkas Francisca.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1% Ditekan Aksi Jual Asing Rp2,95 Triliun
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp20.000, Galeri24 dan UBS Turun Tipis
BEI Rilis Daftar Saham Berkepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Terancam MSCI
KB Bank Bangkit dari Kerugian Triliunan, Catat Laba Rp66,59 Miliar di 2025