Gejolak di pasar modal pekan ini akhirnya berujung pada sebuah pengunduran diri. Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), memutuskan mundur. Langkah ini diambil setelah dua hari perdagangan saham terhenti paksa, sebuah situasi yang cukup langka dan membuat banyak pihak cemas.
Namun begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung bergerak. Mereka ingin menenangkan pasar. Melalui Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, OJK menyatakan operasional bursa takkan goyah. "Kami memastikan pengunduran diri tersebut tidak mengganggu operasional bursa," tegasnya.
Soal keputusan Iman Rachman, OJK menyikapinya dengan hormat.
"Kami menghargai keputusan bapak Iman untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Keputusan tersebut kami pandang sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap peristiwa saat ini,"
ujar Inarno dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1) lalu.
Lantas, siapa yang akan memimpin? Inarno menjelaskan, OJK akan segera menunjuk seorang Pelaksana Tugas. Tujuannya jelas: menjaga agar roda bursa tetap berputar dan kebijakan strategis tidak mangkrak. "Segera, segera, tentunya segera [penunjukan Plt Direktur Utama BEI]," sambungnya, menekankan urgensi langkah tersebut.
Di sisi lain, peran OJK ke depan disebutkan akan lebih aktif. Mereka tak cuma mengawasi dari jauh. "Kami akan berkantor di sini tentunya di OJK dan di sini, kami akan mengambil peran utama reformasi keberlanjutan yang disampaikan kemarin," kata Inarno. Agenda pembenahan pasar modal tampaknya akan segera digarap serius.
Menariknya, pengumuman pengunduran diri Iman Rachman justru bertepatan dengan momen perbaikan pasar. Saat perdagangan Jumat dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah menguat 1,77 persen ke level 8.377,92. Sebuah sinyal pemulihan yang muncul di tengah suasana genting.
Jadi, meski pucuk pimpinan berubah, OJK berusaha meyakinkan semua bahwa transisi ini akan berjalan mulus. Pasar, kata mereka, harus tetap stabil. Itu pesan utamanya.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020