The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Optimis Tapi Tetap Waspada

- Kamis, 29 Januari 2026 | 06:30 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Optimis Tapi Tetap Waspada

Bank Sentral AS, The Fed, memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Keputusan ini diambil sambil mereka menilai ada perbaikan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja yang mulai stabil. Meski begitu, sikap ke depan tetap hati-hati.

Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat berakhir dengan kesepakatan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen. Hasilnya? Suara 10 banding 2. Dua gubernur, Christopher Waller dan Stephen Miran, memilih berbeda. Mereka justru mendorong pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyoroti kondisi ketenagakerjaan. Pertumbuhan lapangan kerja dinilai masih terbatas, tapi tingkat pengangguran mulai menunjukkan tanda stabil. Yang menarik, otoritas moneter menghapus pernyataan tentang risiko penurunan ketenagakerjaan yang muncul dalam tiga pernyataan sebelumnya. Ini jelas sebuah sinyal.

Penilaian yang sedikit lebih optimis ini diperkirakan bakal meredam ekspektasi pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Tekanan politik dari pemerintahan Trump memang terus ada, tapi tampaknya belum cukup untuk mengubah sikap. Sebelumnya, banyak investor yakin pemangkasan baru mungkin terjadi paling cepat Juni nanti.

Lalu, bagaimana reaksi pasar? Cukup datar, sejujurnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,25 persen. Nilai dolar AS sedikit melemah dari level tertinggi hariannya. Indeks S&P 500 juga bergerak sangat terbatas, tanpa gejolak berarti.

Ketua The Fed Jerome Powell sendiri terlihat cukup percaya diri. Ia menegaskan ada peningkatan yang jelas dalam prospek ekonomi AS ke depan.

“Prospek aktivitas ekonomi telah membaik, jelas membaik sejak pertemuan terakhir,” kata Powell.

“Hal itu akan berdampak pada permintaan tenaga kerja serta penciptaan lapangan kerja seiring waktu,” imbuhnya.

Tapi jangan salah, Powell tetap menyisipkan kehati-hatian. Ia mengingatkan bahwa stabilisasi pasar tenaga kerja belum sepenuhnya kuat.

“Saya tidak ingin melangkah terlalu jauh dengan kesimpulan itu,” ujarnya.

Masih ada tanda-tanda perlambatan yang berlanjut, menurutnya.

Saat ditanya syarat untuk pemangkasan suku bunga berikutnya, Powell bersikukuh The Fed belum menetapkan patokan khusus apapun. Mereka tampaknya ingin menjaga fleksibilitas.

“Kami tidak mencoba merumuskan suatu tes mengenai kapan akan memangkas suku bunga lagi,” jelas Powell.

“Yang kami sampaikan adalah bahwa kami berada pada posisi yang baik untuk mengambil keputusan dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, dengan melihat data yang masuk.”

Keputusan menahan suku bunga ini sebenarnya sudah banyak diantisipasi. The Fed sendiri telah memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut di akhir 2025 lalu. Proyeksi yang dirilis Desember tahun lalu masih membuka peluang pemangkasan lanjutan tahun ini. Tapi inflasi yang relatif tinggi membuat sebagian pihak ragu, seberapa mendesak langkah itu harus diambil.

Dalam pernyataan terbarunya, The Fed juga meningkatkan penilaian terhadap kinerja ekonomi. Mereka kini menyebut pertumbuhan berada pada level “solid”, naik dari penilaian sebelumnya yang cuma “moderat”. Rujukan soal kenaikan inflasi pun dihapus dari pernyataan.

Soal inflasi, Powell menyebut kondisinya cukup positif. Meski begitu, inflasi inti diperkirakan masih mentok di level 3 persen pada akhir 2025. Angka itu masih satu poin persentase di atas target yang diinginkan bank sentral. Jadi, perjalanan masih panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler