Operasi Militer AS di Venezuela Picu Reli Bursa Asia ke Rekor Baru

- Selasa, 06 Januari 2026 | 10:50 WIB
Operasi Militer AS di Venezuela Picu Reli Bursa Asia ke Rekor Baru

Bursa saham Asia masih terus meroket di hari Selasa (6/1/2026). Ini melanjutkan tren positif dari Wall Street sehari sebelumnya, yang sukses cetak rekor baru. Dow Jones Industrial Average, misalnya, mencatat level tertinggi sepanjang masa, didorong kenaikan saham-saham sektor energi dan keuangan.

Di kawasan Asia, semangat itu tampaknya menular. Indeks MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) naik 0,4 persen dan juga mencapai puncak sejarahnya. Jepang jadi penyumbang utama, dengan indeks Topix melesat 1,3 persen ke area rekor. Australia juga ikut merasakan dampaknya, indeksnya naik 1 persen.

Namun begitu, tidak semua bergerak hijau. Indeks KOSPI Korea Selatan justru terkoreksi 0,4 persen, mundur dari rekor yang baru dicapai Senin lalu. Sementara itu, performa bursa China dan Hong Kong tetap solid, dengan kenaikan masing-masing 0,3 persen dan 0,7 persen.

Lalu, apa yang memicu reli ini? Salah satu pemicunya datang dari berita geopolitik yang cukup mengejutkan. Operasi militer AS akhir pekan lalu berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Berita ini langsung mendongkrak saham-saham perusahaan minyak besar AS, seperti Chevron yang melonjak lebih dari 5 persen.

Presiden AS Donald Trump pun angkat bicara. Ia menyatakan akan menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara Amerika Serikat.

"Kami akan membuka industri minyak mereka dan menghentikan perdagangan narkoba. Jika tidak ada kerja sama, serangan lanjutan akan diperintahkan," ancam Trump, yang juga melontarkan ancaman serupa terhadap Kolombia dan Meksiko.


Halaman:

Komentar