Membahas kinerja saham-saham Sinar Mas sepanjang 2025, ceritanya jadi cukup berwarna. Konglomerasi raksasa ini, seperti kita tahu, punya anak usaha yang tersebar di berbagai lini industri dari perkebunan, kertas, sampai telekomunikasi. Nah, tahun lalu, pergerakan harga sahamnya pun beragam. Ada yang melesat tinggi, tapi tak sedikit juga yang justru terpuruk.
Yang paling mencolok tentu saja PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Saham emiten batu bara ini benar-benar jadi bintang, dengan pertumbuhan harga fantastis mencapai 170,78 persen! Bayangkan, awal tahun dibuka di Rp36.775, lalu ditutup akhir 2025 di level Rp101.000 per saham. Puncaknya bahkan sempat menyentuh Rp115.500 di awal Desember.
Meski di perdagangan perdana 2026 ini sedikit koreksi ke Rp98.450, valuasi pasar DSSA tetap luar biasa: Rp754,76 triliun. Dengan angka sebesar itu, wajar kalau price to book value-nya juga tinggi, berada di kisaran 25,62 kali.
Di posisi runner-up, ada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Saham telekomunikasi ini tumbuh 66,67 persen, dimulai dari harga Rp2.230 di Januari. Momentum merger Smartfren dan XL Axiata di Maret lalu rupanya memberi angin segar. Kini, lewat anak usahanya PT Bali Media Telekomunikasi, Sinar Mas menguasai 24,56 persen saham EXCL. Harga tertingginya, Rp3.900, tercatat tepat sebelum tutup tahun, yaitu 19 Desember.
Lalu, bagaimana dengan sektor perkebunan? PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) cukup solid dengan kenaikan 33,24 persen. Awal tahun di Rp3.580, tutup tahun di Rp4.770. Tapi sebenarnya, di Agustus lalu, SMAR sempat meroket hingga 92 persen secara year to date dengan harga puncak Rp6.875. Sayangnya, gain itu tak sepenuhnya bertahan sampai akhir tahun.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak di Awal 2026, Analis Proyeksikan Sentimen Bullish hingga Tembus 10.500
Gejolak Global Tak Kuasa Dongkrak Harga Minyak yang Terpuruk
Banjir Sumut Rugikan Koperasi Rp 37,72 Miliar, Kemenkop Siapkan Restrukturisasi
Operasi AS Guncang Caracas, Maduro Ditangkap dan Dideportasi