“Faktor daya beli juga memengaruhi terutama untuk segmen-segmen menengah ke bawah di mana segmen itu masih berkontribusi cukup besar untuk pasar bir di Indonesia,” tambahnya.
Di sisi lain, dari sisi kinerja, laporan keuangan hingga kuartal III-2025 menunjukkan penjualan bersih DLTA mencapai Rp484,2 miliar. Angka itu hanya naik tipis, 0,3 persen, dibanding periode sama tahun sebelumnya yang Rp482,7 miliar.
Soal rencana pengeluaran, perusahaan menganggarkan belanja modal sekitar Rp63,9 miliar untuk tahun ini. Hingga saat ini, realisasinya baru sekitar 23 persen atau setara Rp20,3 miliar. Webster memperkirakan angka itu akan melonjak di akhir tahun.
“Diperkirakan sampai dengan akhir tahun akan mencapai realisasi 70-75 persen, terutama untuk operation improvement dan replacement perangkat mesin pabrik dan IT related,” jelasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk Impor China di E-Commerce
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng