Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Selasa (16/12) dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau, menguat 0,43 persen atau 36,806 poin ke level 8.686,469. Pergerakannya memang tak terlalu tajam, tapi cukup untuk memberi sedikit kelegaan di tengah keriuhan bursa regional.
Di sisi lain, pergerakan indeks LQ45 terbilang lebih datar. Indeks ini hanya naik tipis 0,17 persen ke posisi 854,336. Jika dilihat dari pergerakan saham secara individual, suasana pasar terlihat cukup beragam. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 275 di antaranya menguat, sementara 377 lainnya justru melemah. Ada pula 148 saham yang harganya stagnan, tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Aktivitas perdagangan hari ini terbilang cukup sibuk. Transaksi terjadi lebih dari 2,7 juta kali dengan volume hampir 49,4 miliar saham. Nilai transaksinya pun mencapai Rp 29,395 triliun. Angka-angka itu menunjukkan bahwa meski indeks tak melonjak drastis, minat investor untuk bertransaksi tetap ada.
Beberapa saham bahkan mencatatkan kenaikan yang fantastis dan menjadi penyumbang semangat di pasar. Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM), misalnya, melesat 34,75 persen ke level 159. Di belakangnya, ada Dua Putra Utama Makmur (DPUM) yang naik 25,89 persen dan Soechi Lines (SOCI) yang menguat 24,69 persen. Green Power Group (LABA) dan Makmur Berkah Amanda (AMAN) juga masuk dalam jajaran saham dengan kinerja terbaik hari ini.
Namun begitu, ada kabar kurang menggembirakan dari pasar valuta asing. Menurut pantauan Bloomberg, rupiah justru melemah tipis terhadap dolar AS. Nilai tukarnya terpantau melemah 24 poin ke Rp 16.691 per dolar AS.
Artikel Terkait
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026