Pasar modal kita sepanjang tahun ini cukup ramai dengan aksi korporasi. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian BEI, mengonfirmasi hal itu. Ia mencatat, hingga awal Desember 2025, sudah ada 24 perusahaan yang melantai lewat IPO. Dana yang berhasil digalang? Tidak main-main, mencapai Rp 15,21 triliun.
Namun begitu, antrean belum berakhir. Menurut Nyoman, masih ada belasan perusahaan lain yang sedang bersiap untuk debut di papan pencatatan.
"Hingga saat ini, terdapat 13 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,"
ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis Minggu (7/12).
Kalau kita lihat komposisinya berdasarkan aturan POJK 53, mayoritas calon emiten ini punya aset yang cukup besar. Sebanyak 8 perusahaan masuk kategori aset besar (di atas Rp 250 miliar). Sementara itu, ada 3 perusahaan aset menengah dan 2 perusahaan dengan aset kecil.
Lalu, sektor apa saja yang mendominasi antrean ini? Ternyata, sektor finansial masih jadi primadona, menguasai porsi 38,5 persen. Basic materials serta transportation & logistic menyusul di posisi berikutnya, masing-masing menyumbang 15,4 persen. Sektor lain seperti energi, industri, teknologi, dan consumer non-cyclicals juga punya perwakilan, meski porsinya lebih kecil.
Secara rinci, dari 13 perusahaan tadi, lima berasal dari financials. Basic materials dan transportation & logistic mengirimkan dua wakil. Sementara consumer non-cyclicals, energy, industrial, dan technology masing-masing diwakili satu perusahaan. Jadi, meski pasar kadang fluktuatif, minyat untuk go public ternyata tetap ada.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020