Google memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang khusus untuk membantu menemukan dan memperbaiki celah keamanan perangkat lunak. Model bernama Gemini 3.5 Flash Cyber ini menawarkan kombinasi performa tinggi dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan model AI keamanan siber berukuran besar yang sudah ada.
Gemini 3.5 Flash Cyber dibangun di atas fondasi Gemini 3.5 Flash dan dioptimalkan untuk kebutuhan keamanan siber, terutama dalam mendeteksi kerentanan pada kode program. Pada tahap awal, model ini akan tersedia untuk lembaga pemerintah dan mitra tepercaya melalui CodeMender, agen pengkodean milik Google yang berfokus pada keamanan.
Menurut Google, CodeMender dapat memanfaatkan Gemini 3.5 Flash Cyber berkali-kali dengan kecepatan tinggi dan biaya yang relatif rendah. Pendekatan ini memungkinkan AI memeriksa lebih banyak jalur eksekusi kode, sehingga peluang menemukan bug maupun celah keamanan menjadi lebih besar.
Saingi AI Mythos 5 Buatan Anthropic
Peluncuran ini juga menjadi langkah Google dalam memperkuat persaingan di sektor AI keamanan siber. Salah satu pesaing di segmen ini adalah Mythos 5 dari Anthropic. Model tersebut dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam analisis keamanan, tetapi biaya penggunaannya lebih mahal karena membutuhkan kapasitas komputasi yang besar. Microsoft merupakan salah satu perusahaan besar yang memanfaatkan model tersebut dalam proses pencarian kerentanan keamanan, yang berkontribusi pada ditemukannya sejumlah besar celah yang kemudian diperbaiki melalui pembaruan Patch Tuesday.
Selain Google dan Anthropic, perusahaan asal China, Z.ai, juga mengklaim model AI miliknya mampu bersaing di segmen yang sama.
Klaim Performa di Benchmark Keamanan Siber
Berdasarkan hasil pengujian internal Google menggunakan benchmark CyberGym AI, Gemini 3.5 Flash Cyber menunjukkan performa yang kompetitif dibandingkan model AI berukuran lebih besar, terutama ketika model dipanggil hingga lima kali dalam proses analisis. Google mengungkapkan bahwa model tersebut berhasil mengidentifikasi 55 kerentanan yang telah terkonfirmasi pada mesin JavaScript V8. Sebagai perbandingan, Gemini 3.5 Flash Cyber menemukan 47 kerentanan, sementara model Opus 4.6 menemukan 36 kerentanan.
Lebih lanjut, Google mengklaim Gemini 3.5 Flash Cyber berhasil menemukan 10 kerentanan unik yang tidak berhasil dideteksi model lain karena model dapat terus mengeksplorasi jalur eksekusi kode baru setiap kali proses analisis dilakukan berulang.
Gemini 3.6 Flash Hadir dengan Peningkatan Kemampuan
Selain memperkenalkan model khusus keamanan siber, Google juga merilis Gemini 3.6 Flash sebagai pembaruan dari seri Flash. Model terbaru ini diklaim menghadirkan peningkatan kemampuan dalam pemrograman serta pemrosesan multimodal, sehingga dapat menangani berbagai jenis input seperti teks, gambar, dan format data lainnya dengan lebih baik.
Google juga meluncurkan Gemini 3.5 Flash-Lite, yang diposisikan sebagai model paling ekonomis dalam keluarga Gemini 3.5 untuk kebutuhan aplikasi AI dengan biaya operasional rendah.
Artikel Terkait
Google Hibah Rp 26,8 Miliar untuk Infrastruktur Digital ION, Target 100 Ribu Usaha Mikro di Desa
Uni Eropa Paksa Google Buka Akses Android dan Data Pencarian untuk Pesaing AI
RUU Keamanan Siber: Menata Benteng Digital Tanpa Membelenggu Kebebasan
Google Kalah Banding, Denda Rp 84 Triliun dari Uni Eropa Soal Android Tetap Berlaku