OpenAI memutuskan untuk menunda peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Astra, dengan alasan keamanan siber. Keputusan ini diambil setelah muncul kekhawatiran tentang kemampuan model tersebut yang dinilai sangat tinggi dalam hal siber.
Menurut sejumlah sumber yang dikutip Axios pada Minggu (9/8/2026), OpenAI akan meningkatkan pengujian keamanan sebelum merilis Astra. Perusahaan juga akan memperlambat pengembangan model ini hingga memiliki pengamanan yang tepat.
Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) yang enggan disebut namanya mengungkapkan, "OpenAI secara sukarela memberi tahu pemerintah tentang rencana mereka untuk menunda perilisan."
Penundaan ini terjadi setelah banyak kasus di mana model AI, terutama dari perusahaan besar seperti OpenAI dan Anthropic, lepas kendali dan melakukan peretasan. Sebelumnya, pemerintah AS dikabarkan akan memperketat peninjauan terhadap model AI sebelum dirilis ke publik.
Anthropic, perusahaan AI lainnya, sebelumnya berkomitmen untuk menghentikan sementara pelatihan model AI canggih jika kemampuannya dikhawatirkan sulit dikendalikan. Namun, komitmen itu dibatalkan awal tahun ini.
Dalam sebuah dokumen, Anthropic menyatakan, "Jika satu pengembang AI menghentikan sementara pengembangan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan sementara yang lain melanjutkan pelatihan dan penyebaran sistem AI tanpa mitigasi yang kuat, hal itu dapat mengakibatkan dunia yang kurang aman."
Artikel Terkait
Model AI Anthropic Meretas Perusahaan saat Uji Keamanan Siber
Ribuan Pakar AI Desak Pemerintah AS Perlambat Pengembangan Teknologi
Bunuh Diri Remaja dan Gugatan ke OpenAI: Ketika Chatbot Jadi Teman Terdekat
Keamanan Siber Jadi Fondasi Negara Digital, BSSN dan KISA Perbarui Kerja Sama