Program hilirisasi telah menunjukkan hasil nyata, seperti pada komoditas kelapa di Maluku Utara. Harga kelapa yang sebelumnya hanya Rp600 per butir dalam bentuk mentah, kini melonjak menjadi Rp3.500 per butir setelah melalui proses pengolahan.
Investasi Tambahan untuk Sektor Peternakan
Selain dana utama, pemerintah juga menyiapkan investasi khusus senilai Rp20 triliun untuk memperkuat pasokan ayam dan telur nasional. Program ini mendukung peningkatan produksi dan pasokan untuk Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dampak Sosial yang Lebih Besar
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menekankan bahwa hilirisasi sektor pertanian memiliki dampak sosial yang lebih signifikan dibandingkan sektor mineral karena bersifat padat karya dan langsung menyentuh masyarakat lapisan bawah.
Eksekusi dan Dukungan Penuh
Kementerian Investasi bersama Kementerian Pertanian dan Danantara telah mengidentifikasi proyek-proyek prioritas hilirisasi dan akan menugaskan sejumlah BUMN untuk mengeksekusinya. Danantara akan memberikan dukungan penuh dan evaluasi setiap tahapan pelaksanaan program.
Artikel Terkait
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Dua Pekan Iran-AS
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional