Pengerahan kekuatan militer AS di kawasan ini termasuk mengirimkan armada tempur, dengan kapal induk USS Gerald R. Ford sebagai unggulan. AS juga dikabarkan mengizinkan operasi rahasia CIA di wilayah Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro membantah semua tuduhan terkait perdagangan narkoba. Maduro berjanji akan mempertahankan kedaulatan Venezuela jika terjadi invasi dan menuduh AS menciptakan "perang baru".
Ketegangan ini juga menarik perhatian internasional, dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro mengutuk tindakan Washington. Petro menyatakan salah satu serangan AS menewaskan warga sipil yang tidak terkait dengan kartel narkoba.
Artikel Terkait
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya