Jogja Fashion Week 2026 Jadi Panggung Debut Talenta Muda

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Jogja Fashion Week 2026 Jadi Panggung Debut Talenta Muda

Jogja Fashion Week (JogFW) 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi desainer yang sudah mapan, tetapi juga membuka ruang bagi talenta muda untuk memulai karier di industri fesyen. Pada penyelenggaraan ke-21 ini, lebih dari 110 desainer profesional, 12 youth fashion designer, dan lebih dari 12 kids fashion designer terlibat. Rangkaian acara meliputi fashion show, kompetisi, edukasi, Creative Corner, Shop Talk, dan business matching.

Salah satu talenta muda yang memanfaatkan kesempatan ini adalah Lintang Almeira Pambudi. Remaja berusia 15 tahun itu untuk pertama kalinya membawa brand fesyennya sendiri, L&TG, ke runway JogFW 2026 pada sesi Urban Pulse, Kamis (13/8), di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Koleksi bertajuk "The Awakening: Heritage Reborn" mengolah tradisi Jawa dengan pendekatan futuristik.

"Karena ini pertama kali saya menunjukkan brand saya sendiri di runway. Sebelumnya aku belum pernah menunjukkan brand saya sendiri. Ini bisa jadi salah satu milestone terbesar saya," ujar Lintang.

Koleksi Lintang terdiri dari delapan look yang dikembangkan selama sekitar lima bulan. Ia menangani konsep dan desain, sementara produksi dibantu mentor, artisan, dan tim produksi. Busana tradisional Jawa seperti beskap dan kebaya janggan diubah proporsi, volume, dan siluetnya menjadi desain yang lebih modern dan eksperimental.

Selain membawa L&TG, Lintang juga tampil dalam sesi Young Upcycled Designers by Ambar Kusuma bersama tujuh desainer muda lain, dengan karya berbahan daur ulang. Ini bukan kali pertama ia mengikuti sesi tersebut. Tahun lalu, ia sudah bergabung dalam Young Upcycled Designers (YUD) X FesyenSkool di Jogja Fashion Week 2025.

Ketertarikan Lintang pada fesyen berawal dari minatnya pada seni yang tumbuh sejak kecil. Keluarganya menyebut ia sebelumnya cenderung pada seni lukis sebelum beralih ke fesyen. "Dari awal memang dia punya kecenderungan ke arah lukisan, lukisannya bagus-bagus sekali," kata eyang Lintang.

Dukungan keluarga pun mengalir, baik dari segi waktu maupun pendampingan. "Full support dari sisi waktu dan pendampingan, sebagai kita orang tua, untuk dia memilih bakat dan minatnya yang dia inginkan," kata ayah Lintang.

Kehadiran talenta muda seperti Lintang menjadi bagian dari ruang yang disediakan JogFW bagi pelaku fesyen untuk mengembangkan karier. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Anton Raharja, menegaskan bahwa Jogja Fashion Week merupakan penanda karier bagi semua pelaku usaha fesyen. "Jogja Fashion Week merupakan tanda karir bagi semua pelaku usaha di urusan fashion, untuk karir yang lebih tinggi, lebih maju," ujarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags