Kisah Nabi Nuh: Titik Terendah dan Tawakal yang Mengubah Segalanya

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Kisah Nabi Nuh: Titik Terendah dan Tawakal yang Mengubah Segalanya

Setelah berdakwah selama 950 tahun, Nabi Nuh AS akhirnya mengucapkan sebuah kalimat yang menjadi pelajaran besar: "anni maglubun" atau "aku ini kalah". Kalimat itu, yang termaktub dalam Surat Al-Qamar ayat 10, diungkapkan sebagai bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Allah. Ustaz Budi Ashari, pendakwah sejarah, mengupas kisah ini dalam tayangan wawancara di kanal YouTube pribadinya yang diunggah Jumat (21/8/2026).

Menurut Ustaz Budi, setelah bertahun-tahun menghadapi penolakan, hinaan, hingga makar dari kaumnya, Nabi Nuh akhirnya mengadu kepada Allah. "Kalimat 'anni maglubun' ini kalau dari sudut pandang iman, dia menang karena tawakalnya tinggi. Tapi dari sudut manusia, Nuh sampai bilang, 'udah enggak usah kalian tutup-tutup lagi deh'," ujarnya menirukan suasana batin Nabi Nuh saat itu.

Pengakuan kekalahan tersebut justru menjadi pintu pertolongan Allah. Doa Nabi Nuh berlanjut dengan kalimat "fantasir" yang berarti "maka menangkanlah aku". Momen ini, kata Ustaz Budi, mengajarkan bahwa tawakal penuh adalah satu-satunya jalan bagi siapa pun yang berada di titik terendah kehidupan.

"Jadi semua kita ini, kalau sedang ada di titik terendah, untuk membuat Anda naik tinggi dengan tawakal Allah, serahkan ke Allah aja," katanya.

Ia menambahkan, ketika seluruh jalan di bumi terasa tertutup, seseorang kerap lupa bahwa masih ada arah yang tak pernah bisa ditutup oleh siapa pun: arah ke langit lewat doa. "Semua jalan yang tertutup itu kan bumi. Itu tidak ada yang bisa nutup kalau ke atas. Itu tawakal," ujarnya.

Ustaz Budi menegaskan, putus asa bukanlah bagian dari karakter seorang muslim. Kisah Nabi Nuh menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada ruang untuk berserah diri dan memohon pertolongan Allah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags