BEI Siap Ubah Aturan ARA dan ARB, Pembangunan TOD Manggarai Resmi Dimulai

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:06 WIB
BEI Siap Ubah Aturan ARA dan ARB, Pembangunan TOD Manggarai Resmi Dimulai

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah ketentuan batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Langkah ini sejalan dengan rencana penurunan batas minimum harga saham menjadi Rp 50. Dalam aturan baru yang tengah disusun, saham dengan harga Rp 1 hingga Rp 10 akan memiliki batas nominal Rp 1 untuk ARA dan ARB. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan memperbaiki mekanisme pembentukan harga.

Untuk saham dengan rentang harga Rp 11-Rp 200, Rp 201-Rp 5.000, dan di atas Rp 5.000, batas ARB ditetapkan sebesar 15 persen. Sementara itu, batas ARA bervariasi: 35 persen untuk harga Rp 11-Rp 200, 25 persen untuk Rp 201-Rp 5.000, dan 20 persen untuk saham di atas Rp 5.000. Anggota bursa akan melakukan uji coba sistem pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan implementasi penuh dijadwalkan mulai 7 September 2026.

Di sisi lain, proyek hunian vertikal di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama. Proyek ini berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) seluas 2,2 hektar dan ditargetkan selesai dalam 18 bulan. Pembangunan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah rakyat, dengan fokus pada kelayakan, keterjangkauan, dan keberlanjutan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Secara teknis, proyek ini akan membangun 3.784 unit hunian vertikal yang tersebar di dua blok utama. Blok G mencakup lahan 7.000 meter persegi untuk tiga tower dengan 1.276 unit, sedangkan Blok F memanfaatkan lahan 1,5 hektar untuk lima tower dengan total 2.508 unit. Setiap tower setinggi 24 lantai dan dilengkapi 150 unit ruang ritel untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags