Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) dan PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mulai hari ini, Rabu (12/8/2026) sesi IV. Keputusan ini diambil setelah bursa menilai adanya ketidakpastian atas keberlangsungan usaha kedua emiten tersebut.
Dalam pengumuman resminya, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto, mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk terus memantau keterbukaan informasi dari kedua perusahaan. "Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan," ujarnya.
Kedua saham tersebut saat ini berada dalam pengawasan khusus bursa. INCF, yang bergerak di sektor perdagangan karet, terakhir kali melaporkan kinerja keuangan pada kuartal III-2025. Pada periode Januari-September tahun lalu, perusahaan membukukan penjualan Rp106,5 miliar dengan laba bersih Rp1,1 miliar. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengapa laporan keuangan terbaru tidak kunjung disampaikan.
Selain laporan keuangan, INCF juga belum menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Bursa pun terus memantau posisi ekuitas perusahaan.
Hal serupa terjadi pada COAL. Emiten batu bara ini belum menyampaikan laporan keuangan hingga 30 Juni 2026. Padahal, pada kuartal I-2026, perusahaan masih melaporkan tidak adanya pendapatan usaha. Kondisi ini kontras dengan periode yang sama tahun sebelumnya, saat COAL masih mencatat penjualan batu bara sebesar Rp126,5 miliar dengan pelanggan Hineni Resourcers Pte Ltd dan Sentosa Laju Energy.
Artikel Terkait
BEI Umumkan Perubahan Susunan Pemegang Saham, Empat Sekuritas Berganti Nama
RUPSLB BEI Setujui Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris dan Ubah Nama Sejumlah Pemegang Saham
BEI Resmi Angkat Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris Gantikan Oki Ramadhana
Masjid Istiqlal Masuk Ekosistem Bursa, Wakaf Dikelola Lewat Pasar Modal