Dukungan Pusat untuk PDAM Padang Hampir Rp1 Triliun, SPAM Palukahan Jadi Andalan

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Dukungan Pusat untuk PDAM Padang Hampir Rp1 Triliun, SPAM Palukahan Jadi Andalan

Pemerintah pusat terus mengucurkan dukungan anggaran untuk pemulihan dan peningkatan layanan air bersih di Kota Padang. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyebut total bantuan untuk Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang kini mendekati Rp1 triliun, mencakup pembangunan infrastruktur baru hingga perbaikan pascabencana.

Hal itu disampaikan Andre saat meninjau lokasi rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Palukahan di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (21/8/2026). Turut hadir Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeni Isa, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, serta jajaran PDAM dan DPRD setempat.

Andre menegaskan, perhatian pemerintah pusat merupakan jawaban atas keluhan warga yang selama ini menghadapi persoalan kualitas dan kontinuitas air bersih, terutama setelah bencana yang merusak sejumlah infrastruktur PDAM. "Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan jeritan, teriakan, tangisan masyarakat Kota Padang yang mengeluhkan kondisi air PDAM-nya sangat jelek," ujarnya.

SPAM Palukahan, Proyek Strategis dengan Kapasitas 200 Liter per Detik

Salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan adalah SPAM Palukahan. Proyek ini memiliki nilai anggaran sekitar Rp308 miliar dari APBN, dengan nilai kontrak sekitar Rp274 miliar. Pembangunan SPAM berkapasitas produksi 200 liter per detik ini ditargetkan selesai pada Oktober 2027.

"Pemerintah Presiden Prabowo melakukan pembangunan dua instalasi PDAM. Yang pertama di Palukahan ini, sudah selesai tender, sudah ada pemenang dan sedang pekerjaan. Nilai anggarannya Rp308 miliar menggunakan APBN. Ini produksinya sekitar 200 liter per detik untuk tambahan kebutuhan di Kota Padang," jelas Andre.

Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, menjelaskan SPAM Palukahan akan mendukung pelayanan masyarakat dan menambah sekitar 18.000 sambungan rumah. "Alhamdulillah hari ini kami berada di pekerjaan peningkatan SPAM Taban 3 atau Palukahan dengan kapasitas 200 liter per detik. Nantinya sebagian akan melayani wilayah pusat dan penambahan jaringan sambungan rumah sekitar 18.000 sambungan rumah," katanya.

Wilayah pusat yang dimaksud mencakup Kota Padang, termasuk 12 rumah sakit dan kantor pemerintahan, serta pelayanan bagi sekitar 600.000 jiwa. Namun, pada tahap awal kapasitas 200 liter per detik tersebut diproyeksikan melayani sekitar 200.000 jiwa. Setelah SPAM Gunung Pangilun selesai dibangun kembali, SPAM Palukahan akan diarahkan untuk melayani wilayah utara. Dengan seluruh proyek berjalan sesuai rencana, kualitas air di Kota Padang ditargetkan memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan pada 2028. "Insya Allah kualitas airnya sampai 2028 diharapkan seluruh Kota Padang kualitas airnya bersih sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan," ujar Maria.

Andre menambahkan, pembangunan tersebut diharapkan mengakhiri persoalan air keruh yang selama ini dikeluhkan masyarakat. "Tidak lagi air yang mirip kopi susu," katanya.

Pengganti Gunung Pangilun dan Perbaikan Pascabencana

Selain SPAM Palukahan, pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan SPAM pengganti Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun dengan rencana anggaran sekitar Rp400 miliar. Infrastruktur ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 500 liter per detik dan menjadi solusi permanen atas kondisi instalasi Gunung Pangilun yang sudah berusia sangat tua.

"Yang satu lagi insya Allah nanti pengganti PDAM di Gunung Pangilun. Itu sekitar Rp400 miliar, rencananya 500 liter per detik. Kita akan dorong agar persoalan tanahnya diselesaikan sehingga kapasitas 500 liter per detik ini bisa menggantikan Gunung Pangilun," jelas Andre.

Namun, pembangunan SPAM pengganti Gunung Pangilun masih membutuhkan kepastian lahan. Pemerintah membutuhkan lahan sekitar 13.000 meter persegi, sementara lahan yang tersedia saat ini baru sekitar 5.000 meter persegi. Andre meminta pencarian lahan tidak bergantung pada lahan yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD). "Kita cari alternatif lain lahannya," tegasnya.

Maria menambahkan, apabila lahan segera tersedia, proses desain rinci atau DED dapat dilakukan tahun ini, dilanjutkan lelang pada Februari 2027 dan kontrak pada Mei 2027. Pekerjaan ditargetkan selesai Desember 2028.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, menjelaskan dukungan pemerintah pusat juga mencakup penanganan kerusakan infrastruktur akibat bencana. Sebagian besar intake PDAM Kota Padang terdampak dan mengalami kerusakan. "Secara teknis semua intake kita sebagian besar terdampak dan hancur. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Bu Doeni dan Pak Andre yang telah memberikan banyak bantuan kepada kami," ujarnya.

Andri menyebut, jika seluruh bantuan pembangunan, perbaikan, dan tanggap darurat dihitung, total dukungan pemerintah pusat untuk PDAM Kota Padang telah mendekati Rp1 triliun. "Kalau secara total, lebih dari Rp1 triliun ya yang kita terima, termasuk tanggap darurat," katanya.

Dukungan tersebut antara lain mencakup pembangunan SPAM Palukahan sekitar Rp300 miliar, rencana pembangunan pengganti Gunung Pangilun sekitar Rp400 miliar, serta berbagai pekerjaan perbaikan dan tanggap darurat lainnya. "Kan Rp700 miliar plus yang lain-lain. Aselator dua berarti Rp200 miliar, belum yang lain, perbaikan-perbaikan intake. Hampir Rp1 triliun," ujar Andre.

Untuk menjaga pelayanan selama pembangunan permanen berlangsung, pemerintah pusat juga melakukan perbaikan terhadap fasilitas Gunung Pangilun. Andri mengatakan terdapat dua aselator yang bermasalah. Satu unit telah selesai diperbaiki, sementara satu lainnya masih dalam proses. "Jadi ada dua aselator yang bermasalah. Satu sudah selesai minggu lalu, satu lagi sedang dalam proses perbaikan. Insya Allah Desember selesai semua," katanya.

Maria menjelaskan perbaikan tersebut menggunakan anggaran tanggap darurat APBN sekitar Rp60 miliar. Penanganan dilakukan untuk menjaga layanan air bersih masyarakat sampai pembangunan permanen selesai.

Untuk mengantisipasi dampak bencana berikutnya, PDAM juga bekerja sama dengan BWS Sumatera V dalam upaya mitigasi, antara lain pengerukan sedimentasi, perbaikan daerah aliran sungai, dan penanganan intake.

Menurut Andre, besarnya dukungan pemerintah pusat menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menjawab persoalan air bersih di Kota Padang, sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Dia akan terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar pembangunan berjalan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. "Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan keluhan masyarakat. Sekarang tugas kita memastikan anggaran dan pembangunan ini benar-benar selesai dan manfaatnya dirasakan masyarakat Kota Padang," tegas Andre.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.