OpenAI Kembali Tancap Gas, Saingi Dominasi Anthropic di Pasar Korporasi

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:37 WIB
OpenAI Kembali Tancap Gas, Saingi Dominasi Anthropic di Pasar Korporasi

Persaingan di pasar kecerdasan buatan untuk korporasi Amerika Serikat memasuki babak baru. Data terbaru dari Ramp, perusahaan manajemen pengeluaran dan kartu kredit korporat, menunjukkan bahwa OpenAI mulai memperkecil ketertinggalannya dari Anthropic dan mencatat pertumbuhan lebih cepat pada kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan transaksi dari lebih dari 70.000 bisnis yang menggunakan layanan Ramp, pangsa pasar kedua raksasa AI itu terus bergeser. OpenAI sempat kehilangan posisi puncak pada Mei lalu, ketika Anthropic menguasai 41 persen pangsa pasar korporasi, sementara OpenAI turun ke 39 persen. Hingga Juli, Anthropic masih unggul tipis dengan hampir 44 persen, sedangkan OpenAI tertahan di angka hampir 40 persen.

Namun, analisis terbaru dari ekonom Ramp, Ara Kharazian, menunjukkan sinyal kebangkitan OpenAI. Sepanjang kuartal ketiga, pertumbuhan OpenAI lebih cepat dibandingkan Anthropic, didorong oleh peluncuran model terbaru yang diminati para pengembang. "GPT-5.6 Sol sangat bagus, semakin menjadi pilihan bagi para pengembang," tulis Kharazian di platform X.

Keunggulan Teknis dan Kontroversi Retensi Data

Di sisi lain, model kelas atas milik Anthropic, Fable 5, justru mengalami perlambatan adopsi. Kombinasi harga yang mahal dan kebijakan retensi data yang ketat menjadi penghambat. Kharazian menambahkan bahwa performa Fable 5 mengecewakan, baik dari sisi adopsi maupun aplikasi di dunia nyata. Kebijakan Anthropic yang mewajibkan penyimpanan data pengguna selama 30 hari memicu kekhawatiran privasi, terutama di kalangan industri yang sensitif terhadap keamanan informasi.

Meski persaingan semakin agresif, data ini membawa kabar baik bagi industri AI secara keseluruhan. Jumlah perusahaan yang mengalokasikan anggaran untuk layanan AI di platform Ramp terus meningkat, dari menembus 50 persen pada Maret hingga hampir 56 persen pada Juli.

Volatilitas yang tinggi ini menjadi catatan penting bagi investor. Loyalitas konsumen terhadap satu platform AI tidak bertahan lama; pelaku bisnis mudah berpindah haluan setiap kali ada model baru dirilis. Baik OpenAI maupun Anthropic harus terus berinovasi tanpa henti untuk mempertahankan posisi mereka di pasar enterprise yang kompetitif.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.