BSP Perkuat Transformasi Perusahaan Melalui Tata Kelola, Digitalisasi, dan Kolaborasi

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:31 WIB
BSP Perkuat Transformasi Perusahaan Melalui Tata Kelola, Digitalisasi, dan Kolaborasi

PT Bumi Siak Pusako (BSP) terus memperkuat transformasi perusahaan dengan fokus pada peningkatan tata kelola, keandalan operasi, ketahanan bisnis, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas fungsi. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mendorong peningkatan produksi di Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekanbaru (WK CPP).

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pelaksanaan Workshop Business Continuity Management System (BCMS) yang digelar di Kantor PT Bumi Siak Pusako, Pekanbaru, pada 19-21 Agustus 2026. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa, dan dihadiri oleh para manajer, PIC dari berbagai fungsi, Koordinator BCMS Al Maududi Hadi, serta konsultan pendamping.

Compliance dan Governance sebagai Fondasi

Dalam arahannya, Robi Junipa menegaskan bahwa transformasi perusahaan harus dibangun di atas fondasi compliance dan Good Corporate Governance (GCG) yang kuat. Menurutnya, kepatuhan dan tata kelola menjadi landasan agar setiap program perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.

"Transformasi bukan hanya mengenai perubahan sistem, tetapi juga bagaimana kita membangun cara kerja yang lebih baik, lebih terintegrasi, dan memiliki orientasi yang sama terhadap pencapaian target perusahaan," ujar Robi. Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola harus berjalan beriringan dengan peningkatan keandalan operasi serta percepatan pelaksanaan program strategis, termasuk pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP).

BCMS untuk Ketahanan Bisnis

Workshop BCMS menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan perusahaan menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelangsungan proses bisnis dan operasi. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyusunan Business Impact Analysis (BIA), Disruption Risk Assessment (DRA), Business Continuity Strategy (BCS), dan Business Continuity Plan (BCP) dengan melibatkan berbagai fungsi terkait.

Koordinator BCMS PT BSP, Al Maududi Hadi, menjelaskan bahwa proses ini diharapkan menghasilkan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap proses bisnis kritikal, potensi gangguan, serta strategi keberlangsungan bisnis yang diperlukan. Melalui BCMS, BSP memperkuat kemampuan organisasi dalam antisipasi, respons, pemulihan, dan menjaga fungsi-fungsi kritikal saat terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kegiatan perusahaan.

Digitalisasi Mendukung Pengambilan Keputusan

Direktur juga menyoroti pentingnya integrasi data dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan operasional. BSP mendorong pengelolaan data produksi dan operasional secara terintegrasi agar proses monitoring, evaluasi, serta pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

"Data harus mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada tim sehingga setiap kondisi operasi dapat segera direspons. Dengan informasi yang baik, kita dapat menentukan prioritas dan mengambil keputusan secara lebih efektif," jelas Robi. Digitalisasi ini diharapkan memperkuat pemantauan kinerja operasi, penentuan prioritas pekerjaan, dan respons terhadap kondisi di lapangan.

Keandalan Operasi dan Produksi

BSP menempatkan operational reliability sebagai prioritas dalam mendukung peningkatan produksi. Perusahaan terus mengevaluasi kinerja sumur dan fasilitas produksi untuk mengidentifikasi peluang optimalisasi. Upaya ini dilakukan melalui penguatan monitoring, evaluasi kinerja fasilitas, optimalisasi sumur produksi, serta penentuan prioritas program yang berkontribusi terhadap kinerja operasi.

Direktur menekankan bahwa peningkatan produksi bukan hanya tanggung jawab fungsi operasi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh fungsi perusahaan. "Kita mempunyai tujuan yang sama. Seluruh fungsi harus saling mendukung dan berkolaborasi untuk menjaga keandalan operasi dan mendorong pertumbuhan produksi," tegasnya.

Kolaborasi dan Pola Pikir Solutif

Selain perbaikan sistem dan proses, transformasi BSP juga diarahkan pada perubahan pola pikir. Seluruh insan perusahaan didorong untuk mengurangi silo mentality dan membangun kolaborasi yang lebih kuat antar fungsi. Direktur juga mengajak jajaran untuk membangun solution-oriented mindset, melihat setiap tantangan sebagai ruang untuk mencari solusi, berinovasi, dan menemukan peluang perbaikan.

Dengan penguatan compliance, governance, BCMS, digitalisasi, operational reliability, serta kolaborasi lintas fungsi, BSP berkomitmen membangun organisasi yang tangguh, adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada kinerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasi, mempercepat program strategis, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan potensi produksi WK CPP, sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, daerah, masyarakat, serta mendukung ketahanan energi nasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.