David Harbour Mendalami Bahasa Isyarat demi Peran di DTF St. Louis, Raih Nominasi Emmy

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:49 WIB
David Harbour Mendalami Bahasa Isyarat demi Peran di DTF St. Louis, Raih Nominasi Emmy

Aktor David Harbour kembali menunjukkan dedikasinya dalam berakting melalui proyek terbaru berjudul DTF St. Louis. Dalam serial ini, ia memerankan Floyd, seorang pria yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Peran ini menuntutnya untuk menahan diri dari berbicara, sebuah tantangan yang jauh berbeda dari peran-peran sebelumnya yang mengandalkan aksi fisik dan dialog intens.

Usahanya tidak sia-sia. Harbour berhasil masuk dalam jajaran nominasi Emmy Awards tahun ini berkat penampilannya sebagai Floyd. Untuk mendalami karakter tersebut, ia menghabiskan waktu empat bulan berlatih American Sign Language (ASL) setiap hari, seperti dilansir Variety.

Kerja kerasnya tidak hanya membuahkan nominasi sebagai aktor terbaik, tetapi juga sebagai produser eksekutif melalui rumah produksinya, Bravo Axolotl, yang ia dirikan pada akhir tahun 2022.

Proses Belajar ASL David Harbour

Harbour menceritakan bahwa menguasai bahasa isyarat memberikan pengalaman baru yang sangat berbeda dibandingkan mempelajari bahasa asing berbasis suara. Ia harus melatih fokus mentalnya agar bisa menyampaikan emosi secara akurat tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya.

“Saya menghabiskan sekitar empat bulan sebelum syuting untuk berlatih setiap hari dengan seorang instruktur di New York dan juga di Atlanta, hingga akhirnya saya berada di titik di mana saya bisa mengobrol,” ungkap Harbour.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut seolah merombak kembali struktur berpikir di kepalanya, berbeda dengan ketika ia belajar bahasa Prancis yang masih membutuhkan proses penerjemahan internal dari bahasa Inggris.

Bagi seorang aktor yang dikenal dengan kekuatan fisiknya yang dominan, berperan sebagai sosok yang tenang dan minim gerakan menjadi tantangan tersendiri. Namun, Harbour mengaku karakter Floyd yang tertutup sebenarnya sangat dekat dengan kepribadian aslinya di dunia nyata yang cukup tertutup.

Kebanggaan sebagai Produser dan Lepas dari Label Aktor Genre

Serial DTF St. Louis berhasil mendapatkan total 13 nominasi Emmy, menjadikannya salah satu miniseri yang paling diperhitungkan tahun ini. Bagi Harbour, pencapaian ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan dengan nominasi individu yang pernah ia dapatkan saat membintangi Stranger Things pada tahun 2017 silam.

Sebagai salah satu produser eksekutif, Harbour merasa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar terhadap keseluruhan jalannya produksi. “Dulu fokusnya sangat personal, hanya tentang Anda sebagai aktor. Namun untuk proyek ini, ini adalah tentang keseluruhan pertunjukan, tentang setiap aktor yang terlibat,” jelasnya.

Banyak kritikus menilai peran Floyd sukses melepaskan Harbour dari label aktor spesialis genre fiksi ilmiah dan laga yang selama ini melekat padanya. Meski begitu, Harbour menegaskan ia tidak pernah merasa label tersebut membatasi kariernya, mengingat ia memulai kesuksesan di industri perfilman pada usia yang cukup matang, yakni 40 tahun.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.