Meski pasar otomotif domestik mulai terlihat sesak, kehadiran pemain baru masih terus terjadi. Terbaru, merek asal China, BAW (Beijing Automobile Works), resmi melenggang masuk Indonesia dan melakukan debutnya di GIIAS 2026.
BAW bukanlah nama asing di industri otomotif China. Berdiri sejak 1958, perusahaan yang kini berstatus swasta dan berbasis di Beijing ini sudah malang melintang lebih dari enam dekade. Namun, di balik usianya yang matang, BAW ternyata memiliki keterkaitan historis dengan merek lain yang juga baru masuk Indonesia, yaitu BAIC.
Keduanya sempat berada dalam satu struktur kepemilikan. Pada era 1950-an hingga 1970-an, BAW menjadi salah satu fondasi industri otomotif Beijing. Kemudian, BAIC Group dibentuk sebagai perusahaan induk yang mengambil alih sejumlah aset, termasuk BAW. Namun, sekitar 2015-2016, BAIC Group melepas kepemilikan BAW ke sektor swasta.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, menegaskan bahwa saat ini BAW dan BAIC sudah menjadi entitas yang terpisah. "Bedanya BAW dulu, dia anak perusahaan dari Beijing Auto atau dari BAIC ini. Tapi mereka sudah tidak ada hubungannya sekarang," ujarnya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Agustus lalu. Pernyataan ini juga diperkuat dengan pengumuman resmi BAIC Group pada Juni 2024 yang menyatakan tidak lagi memiliki hubungan ekuitas atau hak kepemilikan atas BAW.
Meski berpisah, keduanya masih memiliki kemiripan dalam hal lini produk. BAW, seperti halnya BAIC, mengandalkan jajaran SUV dan jip dengan seri BJ yang merupakan kendaraan utilitas tinggi. Hal ini tidak lepas dari sejarah panjang industri otomotif China yang memang dibangun untuk mendukung kebutuhan militer sejak republik ini berdiri pada 1949.
Seiring waktu, baik BAIC maupun BAW mulai melakukan diversifikasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sipil. Mereka tidak hanya memproduksi SUV dan jip, tetapi juga hatchback, city car, hingga MPV. Teknologi penggeraknya pun beragam, mulai dari mesin konvensional (ICE) hingga elektrifikasi seperti hybrid, plug-in hybrid (PHEV), range extender (REEV), dan baterai listrik murni (BEV).