Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan empat provinsi sebagai prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan ini menyusul tingginya jumlah titik panas yang terpantau, dengan Kalimantan Barat mencatatkan angka tertinggi.
"Saat ini terkait dengan analisis titik panas untuk update 19 Agustus, ada empat provinsi yang menjadi prioritas. Yang pertama Kalimantan Barat, kebetulan jumlah hotspot-nya paling banyak. Kemudian Kalimantan Tengah, selanjutnya Papua Selatan dan juga Kalimantan Timur," kata Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Faisal menambahkan, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi minim pertumbuhan awan dalam sepuluh hari ke depan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang cuaca kering yang memicu karhutla.
"Untuk potensi pertumbuhan awan hingga sepuluh hari ke depan ini kami sampaikan bahwa diperkirakan masih minim di sebagian besar Indonesia terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Maluku, dan sebagian Papua," ujarnya.
Artikel Terkait
BNPB Catat 1.487 Titik Panas di Kalimantan, Kalteng Terbanyak
Menkes Imbau Warga Terdampak Karhutla Gunakan Masker dan Pantau Kualitas Udara
Gempa M5,8 Kembali Guncang Flores, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG: Gempa Susulan NTT Diprediksi Menurun Akhir September